sasino-bikez.blogspot.com > Berita > 'Motor Bisa Jadi Sahabat'

sumber :
http://oto.detik.com/read/2012/10/31/104634/2077192/1208/motor-bisa-jadi-sahabat
JMCS 2012 (Rengga-detikFoto)
Jakarta - Di pameran motor Jakarta MotorCycle Show atau JMCS, masyarakat tidak hanya dimanjakan dengan motor-motor baru, mereka pun bisa merasakan atmosfer safety riding.
Tahun ini, ajang JMCS mengusung tema "Think Green, Act Safely". Dengan itu JMCS mengajak produsen dan pengguna kendaraan bermotor agar lebih patuh dan meningkatkan keselamatan di jalan.
Dengan adanya ajang JMCS, pengendara motor bisa lebih sadar dengan apa yang dilakukan di jalan dan menganggap motor sebagai sahabat karib yang harus diperlakukan dengan baik.
"Motor bisa dijadikan sahabat. Pengendara untuk mengingatkan kesadaraan disiplin lalu lintas dan pada akhirnya memaksimalkan keselematan berkendara dan menekan pemborosan bahan bakar minyak," kata Ketua Umum Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI), Gunadi Shinduwinata dalam pembukaan JMCS 2012 di JCC Senayan, Jakarta, Rabu (31/10/2012).
Menurutnya ajang JMCS di Indonesia sebagai tanda kebangkitan industri motor roda dua.
"JMCS adalah acara pameran 2 tahun sekali. Meningkatnya jumlah peserta dari merek baru menandakan perkembangan pasar sepeda motor di Indonesia. Tentu merek lainnya ingin ikut serta maraknya di pasar sepeda motor," ucap Gunadi.
JMCS tahun ini akan diikuti oleh 4 anggota AISI (Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia) yakni Honda, Kawasaki, Suzuki, dan Yamaha serta 6 merek sepeda motor lain seperti BMW, Ducati, Husqvarna, KTM, Spyder dan Victory serta 27 perusahaan pendukung industri seperti helm dan aksesoris lainnya.
Di ajang tersebut, masing-masing produsen motor menghadirkan motor baru, konsep, dan modifikasi yang siap menyilaukan mata pengunjung. Karenanya sediakan waktu untuk mengunjungi lokasi berlangsungnya JMCS 2012.
Selama 5 hari ini penyelenggaraan JMCS, panitian menargetkan 84 ribu pengunjung akan hadir di sana.
sumber :
http://oto.detik.com/read/2012/10/31/104634/2077192/1208/motor-bisa-jadi-sahabat
SASINO BIKEZ > Auto Klasik > Motor Jawa (1929 – Sekarang)

Jawa (baca : Yava) adalah merk sepeda motor dari Republik Ceko (Czech republic), yang dulu bernama Cekoslovakia (Czechoslovakia). Nama “Jawa” ditemukan setelah sang pembuat motor, Frantisek Janecek yang lahir pada 23 Januari 1878, membeli divisi motor dari Wanderer pada tahun 1929 (untuk sepeda motor baru mereka yang bermesin 500 cc ), dengan menggabungkan suku kata pertama Janeček dan Wanderer. Perusahaan ini masih aktif hingga sekarang.

Motor Pertama
Motor pertama diperkenalkan pada tanggal 23 Oktober 1929 berupa sebuah motor bermesin 500 cc 4-tak dengan daya 12 kW (18 hp) dan konsumsi bahan bakar 6 liter per 100 km. Walaupun dijual dengan harga tinggi, motor ini berhasil melalui tahun pertamanya yang kemudian mengalami beberapa perbaikan kontruksional.

Motor Kedua
Karena resesi ekonomi pada awal tahun 1930, orang-orang membutuhkan sepeda motor yang lebih murah dan sederhana. Tahun 1932 ditandai perusahaan ini dengan peluncuran Jawa 175. Dengan mesin 3,6 kW-nya, motor ringan ini (hanya berbobot 70 kg) mampu menggeber kecepatannya hingga 80 km / jam dan konsumsi bahan bakar 3,5 liter per 100 km. Tahun pertama produksi Jawa 175 menjadi sebuah kesuksesan, terbukti perusahaan mampu menjual lebih dari 3000 unit Jawa 175 atau hampir tiga kali jumlah penjualan model 500 cc selama tiga tahun produksi. Produksi Jawa 175 akhirnya berhenti pada tahun 1946. Pada tahun 1938, Jawa menjadi pelopor sistem ‘test drive’ pada saat event pameran motor. Yang dipakai sarana test drive adalah Jawa 175 custom yang dilengkapi dengan setang ganda (setang kedua berada di bagian belakang untuk instruktur). Selama bertahun-tahun, perusahaan telah memproduksi total 27.535 unit Jawa 175.

Pada tahun 1935, Jawa mulai memproduksi motor OHV 350 cc :

Pada tahun yang sama (1935) dimulailah produksi motor Jawa 250 Special, sementara pada tahun 1937 keluar motor Jawa 100 Robot :

Pasca Perang
Pada tahun 1946, diperkenalkan motor Jawa 2-tak kapasitas 250cc bermesin tunggal dengan knalpot ganda yang menjadi motor serba guna terluas di seluruh dunia, terutama di negara-negara yang bersekutu dengan blok komunis.

Sebuah mesin 350cc dua silinder 2-tak diekspor ke seluruh dunia dan dijual dengan berbagai nama merek lain, termasuk merek Eaton’s dari Eaton’s Road King. Selain itu, sepeda motor silinder tunggal yang besar dijual beberapa tahun kemudian pada tahun 1960 oleh Sears of Canada.
Tahun 1952, Jawa memproduksi motor bermesin 500 OHC:

Tahun 1954 Jawa mulai memproduksi sebuah mesin 250/350 cc :

Tahun 1966, Jawa memproduksi motor 350 cc Californian :

Tahun 1970, Jawa memproduksi mesin kapasitas 250/350 cc UR :

Tahun 1974, Jawa mulai memproduksi motor 350 cc model 634 :

Perusahaan sepeda motor merk CZ kemudian di-merger dengan Jawa oleh ekonom socialist setelah kemenangan Komunis pada tahun 1948 (Communist victory in 1948). CZ sebenarnya juga membuat sepeda motor street, tetapi lebih terkenal karena model motor motocross dan enduro mereka.

Model ISDT untuk motor trail dan motor enduro ini diproduksi di bawah plat-nama Jawa & CZ.

Moped
Jawa membuat variasi moped 2-tak (two-stroke mopeds) dan merupakan salah satu perusahaan pertama yang menyertakan sistem pengapian elektronik (electronic ignition) pada moped mereka. Sayangnya, unit “Tranizmo” ini termasuk kategori produk gagal. Pada perkembangannya, moped merk Jawa mempunyai reputasi yang kurang baik karena tingkat kesulitan mendapatkan suku cadang yang cukup tinggi dan rating kegagalan unit “Tranizmo” ternyata cukup tinggi. Untuk informasi lebih jauh tentang mopeds Jawa, silakan lihat babetta.

Jawa di India
Sepeda motor Jawa diperkenalkan di India sekitar tahun 1950-an dan mereka cukup mengkultuskan merk ini hingga saat ini. Motor diekspor langsung ke India oleh Ideal Jawa yang bermarkas di Mysore. Model 250cc, 250cc Yezdi, Twin 350, dan model Monarch masih dikendarai di sana hingga hari ini (di Indonesia mungkin bisa disamakan kasusnya dengan Honda CB). Sepeda motor Jawa dengan bantalan tangki dan sistem pengapian yang terletak pada tangki bahan bakar saat ini telah menjadi kategori kolektor item. Motor Jawa juga menggunakan Yezdi sebagai padanan kata “pergi atau berlari”.
Sejarah Jawa menunjukkan catatan yang cukup aktif dalam dunia balap dan merupakan produsen motor di Eropa Timur yang paling aktif dalam olahraga mekanik. Di trek balap, Jawa hadir di Kejuaraan Dunia sampai pertengahan enam puluhan dengan penampilan yang terhormat meskipun dengan keterbatasan anggaran mereka. Dalam motocross, perusahaan membangun sebuah Palmares yang mengesankan sebelum mesin 4-taknya digantikan oleh mesin 2-tak. Dalam balap speedway, balap dirt track, dan balap es (ice racing) di mana mesin 4-tak mereka masih memberikan keberuntungan, perusahaan tetap menjadi kekuatan yang dominan dengan mencetak sejumlah kemenangan tak terkalahkan hingga hari ini (silakan diverifikasi). Jawa Speedway kini menjadi sebuah perusahaan terpisah seiring dengan privatisasi pada tahun 1990-an dengan jatuhnya Sosialisme (Socialism).

Setelah pembubaran serikat rakyat Ceko dan Slovakia menjadi dua negara yang terpisah dan pembongkaran perekonomian sistem sosialis, maka konsumen motor Jawa dan motor kompetisi Speedway dibagi menjadi dua perusahaan terpisah. Motor Jawa Speedway masih sukses, sementara perusahaannya sedang sekarat. Pada tahun 2006, Jawa menghasilkan tiruan Honda 250 cc, 125 cc dan 50 cc serta sepeda motor besar dengan mesin Rotax 650 cc (mesin ini dapat juga ditemukan dalam BMW F650 series). Salah satu ikon motor Jawa yaitu twin 350cc 2-tak, yang tidak berubah secara mekanik sejak 1960-an tapi sangat bisa diandalkan, sudah dalam kondisi sekarat. Sementara itu, saudaranya, mesin tunggal 250 cc twin-port dua-tak tidak lagi tersedia.
Motor Jawa bermesin besar seperti Rotax 650 cc datang dalam tiga variasi berbeda. Jawa Klasik 650 adalah sebuah sepeda retro dengan proporsi klasik. Jawa 650 Style ditujukan untuk jalan-jalan kota. Sementara Jawa 650 Dakar adalah sebuah sepeda enduro skala penuh yang mirip dengan Honda XL Transalp. Maksimal output (kW / rev. X min-1)=35,4 / 6500 ; sementara torsi maksimal (Nm / rev x menit-1)=57 / 5000.
Sepeda motor lama Jawa yang telah direstorasi dan diberi sentuhan akhir yang baik akan tampak menarik tidak kalah dengan motor lama lainnya.

sumber :
-http://jawa-motor.com/indexd635.html?idmenu=34
-http://en.wikipedia.org/wiki/Jawa_Motors
- sumber gambar : http://motorlama.com/
Jawa Logo
Jawa (baca : Yava) adalah merk sepeda motor dari Republik Ceko (Czech republic), yang dulu bernama Cekoslovakia (Czechoslovakia). Nama “Jawa” ditemukan setelah sang pembuat motor, Frantisek Janecek yang lahir pada 23 Januari 1878, membeli divisi motor dari Wanderer pada tahun 1929 (untuk sepeda motor baru mereka yang bermesin 500 cc ), dengan menggabungkan suku kata pertama Janeček dan Wanderer. Perusahaan ini masih aktif hingga sekarang.
Motor Pertama
Motor pertama diperkenalkan pada tanggal 23 Oktober 1929 berupa sebuah motor bermesin 500 cc 4-tak dengan daya 12 kW (18 hp) dan konsumsi bahan bakar 6 liter per 100 km. Walaupun dijual dengan harga tinggi, motor ini berhasil melalui tahun pertamanya yang kemudian mengalami beberapa perbaikan kontruksional.
Motor Kedua
Karena resesi ekonomi pada awal tahun 1930, orang-orang membutuhkan sepeda motor yang lebih murah dan sederhana. Tahun 1932 ditandai perusahaan ini dengan peluncuran Jawa 175. Dengan mesin 3,6 kW-nya, motor ringan ini (hanya berbobot 70 kg) mampu menggeber kecepatannya hingga 80 km / jam dan konsumsi bahan bakar 3,5 liter per 100 km. Tahun pertama produksi Jawa 175 menjadi sebuah kesuksesan, terbukti perusahaan mampu menjual lebih dari 3000 unit Jawa 175 atau hampir tiga kali jumlah penjualan model 500 cc selama tiga tahun produksi. Produksi Jawa 175 akhirnya berhenti pada tahun 1946. Pada tahun 1938, Jawa menjadi pelopor sistem ‘test drive’ pada saat event pameran motor. Yang dipakai sarana test drive adalah Jawa 175 custom yang dilengkapi dengan setang ganda (setang kedua berada di bagian belakang untuk instruktur). Selama bertahun-tahun, perusahaan telah memproduksi total 27.535 unit Jawa 175.
Pada tahun 1935, Jawa mulai memproduksi motor OHV 350 cc :
Pada tahun yang sama (1935) dimulailah produksi motor Jawa 250 Special, sementara pada tahun 1937 keluar motor Jawa 100 Robot :
Pasca Perang
Pada tahun 1946, diperkenalkan motor Jawa 2-tak kapasitas 250cc bermesin tunggal dengan knalpot ganda yang menjadi motor serba guna terluas di seluruh dunia, terutama di negara-negara yang bersekutu dengan blok komunis.
Sebuah mesin 350cc dua silinder 2-tak diekspor ke seluruh dunia dan dijual dengan berbagai nama merek lain, termasuk merek Eaton’s dari Eaton’s Road King. Selain itu, sepeda motor silinder tunggal yang besar dijual beberapa tahun kemudian pada tahun 1960 oleh Sears of Canada.
Tahun 1952, Jawa memproduksi motor bermesin 500 OHC:
Tahun 1954 Jawa mulai memproduksi sebuah mesin 250/350 cc :
Tahun 1966, Jawa memproduksi motor 350 cc Californian :
Tahun 1970, Jawa memproduksi mesin kapasitas 250/350 cc UR :
Tahun 1974, Jawa mulai memproduksi motor 350 cc model 634 :
Perusahaan sepeda motor merk CZ kemudian di-merger dengan Jawa oleh ekonom socialist setelah kemenangan Komunis pada tahun 1948 (Communist victory in 1948). CZ sebenarnya juga membuat sepeda motor street, tetapi lebih terkenal karena model motor motocross dan enduro mereka.
Model ISDT untuk motor trail dan motor enduro ini diproduksi di bawah plat-nama Jawa & CZ.
Moped
Jawa membuat variasi moped 2-tak (two-stroke mopeds) dan merupakan salah satu perusahaan pertama yang menyertakan sistem pengapian elektronik (electronic ignition) pada moped mereka. Sayangnya, unit “Tranizmo” ini termasuk kategori produk gagal. Pada perkembangannya, moped merk Jawa mempunyai reputasi yang kurang baik karena tingkat kesulitan mendapatkan suku cadang yang cukup tinggi dan rating kegagalan unit “Tranizmo” ternyata cukup tinggi. Untuk informasi lebih jauh tentang mopeds Jawa, silakan lihat babetta.
Jawa di India
Sepeda motor Jawa diperkenalkan di India sekitar tahun 1950-an dan mereka cukup mengkultuskan merk ini hingga saat ini. Motor diekspor langsung ke India oleh Ideal Jawa yang bermarkas di Mysore. Model 250cc, 250cc Yezdi, Twin 350, dan model Monarch masih dikendarai di sana hingga hari ini (di Indonesia mungkin bisa disamakan kasusnya dengan Honda CB). Sepeda motor Jawa dengan bantalan tangki dan sistem pengapian yang terletak pada tangki bahan bakar saat ini telah menjadi kategori kolektor item. Motor Jawa juga menggunakan Yezdi sebagai padanan kata “pergi atau berlari”.
Sejarah Jawa menunjukkan catatan yang cukup aktif dalam dunia balap dan merupakan produsen motor di Eropa Timur yang paling aktif dalam olahraga mekanik. Di trek balap, Jawa hadir di Kejuaraan Dunia sampai pertengahan enam puluhan dengan penampilan yang terhormat meskipun dengan keterbatasan anggaran mereka. Dalam motocross, perusahaan membangun sebuah Palmares yang mengesankan sebelum mesin 4-taknya digantikan oleh mesin 2-tak. Dalam balap speedway, balap dirt track, dan balap es (ice racing) di mana mesin 4-tak mereka masih memberikan keberuntungan, perusahaan tetap menjadi kekuatan yang dominan dengan mencetak sejumlah kemenangan tak terkalahkan hingga hari ini (silakan diverifikasi). Jawa Speedway kini menjadi sebuah perusahaan terpisah seiring dengan privatisasi pada tahun 1990-an dengan jatuhnya Sosialisme (Socialism).
Setelah pembubaran serikat rakyat Ceko dan Slovakia menjadi dua negara yang terpisah dan pembongkaran perekonomian sistem sosialis, maka konsumen motor Jawa dan motor kompetisi Speedway dibagi menjadi dua perusahaan terpisah. Motor Jawa Speedway masih sukses, sementara perusahaannya sedang sekarat. Pada tahun 2006, Jawa menghasilkan tiruan Honda 250 cc, 125 cc dan 50 cc serta sepeda motor besar dengan mesin Rotax 650 cc (mesin ini dapat juga ditemukan dalam BMW F650 series). Salah satu ikon motor Jawa yaitu twin 350cc 2-tak, yang tidak berubah secara mekanik sejak 1960-an tapi sangat bisa diandalkan, sudah dalam kondisi sekarat. Sementara itu, saudaranya, mesin tunggal 250 cc twin-port dua-tak tidak lagi tersedia.
Motor Jawa bermesin besar seperti Rotax 650 cc datang dalam tiga variasi berbeda. Jawa Klasik 650 adalah sebuah sepeda retro dengan proporsi klasik. Jawa 650 Style ditujukan untuk jalan-jalan kota. Sementara Jawa 650 Dakar adalah sebuah sepeda enduro skala penuh yang mirip dengan Honda XL Transalp. Maksimal output (kW / rev. X min-1)=35,4 / 6500 ; sementara torsi maksimal (Nm / rev x menit-1)=57 / 5000.
Sepeda motor lama Jawa yang telah direstorasi dan diberi sentuhan akhir yang baik akan tampak menarik tidak kalah dengan motor lama lainnya.
sumber :
-http://jawa-motor.com/indexd635.html?idmenu=34
-http://en.wikipedia.org/wiki/Jawa_Motors
- sumber gambar : http://motorlama.com/
Home > Modifikasi > Modifikasi Motor 3rd attempt
untuk modifikasi extreem mang...





hak cipta foto milik :
http://dariztdesign.blogspot.com
design modifikasi :
dariztdesign
untuk modifikasi extreem mang...





hak cipta foto milik :
http://dariztdesign.blogspot.com
design modifikasi :
dariztdesign
Home > Auto Klasik > Sejarah Singkat Motor BMW!
Pada awalnya ada dua perusahaan di Jerman, Rapp Motorenwerke GmbH dan Gustav Ott Flugmaschinenfabrik, bergabung pada tanggal 7 Maret 1916 untuk membentuk BFW atau Bayerische Flugzeuzwerke AG. Kemudian pada tahun berikutnya gabungan dua perusahaan tersebut merubah namanya menjadi Bayerische Motoren Werke AG atau Bavarian Motor Work yang memproduksi mesin pesawat terbang sampai akhir WW I (Perang Dunia I)
Sepeda motor BMW pertama di buat di 76 Neulerchenfelder Strasse pada tahun 1920 sampai tahun 1922. Sepeda motor ini menggunakan mesin 2 stroke 148cc dengan 53mm bore dan stroke 60mm. sepeda motor ini dikenal dengan sebutan Flink dan masih tampak seperti sepeda yang diberi mesin.
Langkah berikutnya adalah membuat mesin dengan kode M2B15 bernama Bavaria Light Engine yang merupakan mesin twin silinder horizontal berlawanan dengan 68mm bore dan stroke 68mm, dan menghasilkankan 6,5 tenaga kuda pada 2.800 rpm.
Antara Tahun 1921-1923 mesin ini dijual kepada perusahaan Jerman lain, tetapi selanjutnya menjadi terkenal melalui penggunaan pada sepeda motor Helios pada tahun 1923. Pada model ini M2B15, mesin dipasang arahnya sejajar dengan rangka bukan melintang seperti sepeda motor BMW saat sekarang.
Chief Design Engineer BMW bernama Max Friz yang semenjak awal telah bergabung dengan perusahaan ini pada tahun 1916 mulai melakukan inovasi lagi. Max dengan pengalamannya telah merancang beberapa mesin pesawat terbang, mesin sepeda motor “Flink” 1920, sampai dengan mesin Helios M2B15. Sebagai seorang insinyur tidak mudah puas dengan temuannya termasuk pada mesin Helios, dia selanjutnya merancang dan memperkenalkan mesin model baru yang dipasang pada BMW R32, mesin tersebut dipasang melintang dengan menggunakan transmisi tiga kecepatan melalui poros-drive (gardan) dengan pelumasan tertutup. R32 ini menjadi terkenal karena warna cat biru dan putih pada logo BMW.
Penemuan dan pengembangan lanjutan dari Max antara lain mesin silinder tunggal (big single nih!), penggunaan kerangka baja pada tahun 1929, pemakaian garpu teleskopik di tahun1935, penggunaan tubular frame di tahun 1936, dan pengenalan suspensi belakang teleskopik di tahun 1938. Hebat ya!!!
Demikian sedikit sejarah singkat dari sepeda motor BMW. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan kita bersama.
Urutan Motor BMW sesuai tahun produksinya:
sumber :
- bmbikes.co.uk
- silenceraloner.wordpress.com
- beehivebeemers.org
- bmwminiofsterling.wordpress.com
- http://blackcat160.wordpress.com/2011/03/28/bmw-bikin-mimpi-wae/
Pada awalnya ada dua perusahaan di Jerman, Rapp Motorenwerke GmbH dan Gustav Ott Flugmaschinenfabrik, bergabung pada tanggal 7 Maret 1916 untuk membentuk BFW atau Bayerische Flugzeuzwerke AG. Kemudian pada tahun berikutnya gabungan dua perusahaan tersebut merubah namanya menjadi Bayerische Motoren Werke AG atau Bavarian Motor Work yang memproduksi mesin pesawat terbang sampai akhir WW I (Perang Dunia I)
Flink means “Flash” in German
Sepeda motor BMW pertama di buat di 76 Neulerchenfelder Strasse pada tahun 1920 sampai tahun 1922. Sepeda motor ini menggunakan mesin 2 stroke 148cc dengan 53mm bore dan stroke 60mm. sepeda motor ini dikenal dengan sebutan Flink dan masih tampak seperti sepeda yang diberi mesin.
Langkah berikutnya adalah membuat mesin dengan kode M2B15 bernama Bavaria Light Engine yang merupakan mesin twin silinder horizontal berlawanan dengan 68mm bore dan stroke 68mm, dan menghasilkankan 6,5 tenaga kuda pada 2.800 rpm.
Antara Tahun 1921-1923 mesin ini dijual kepada perusahaan Jerman lain, tetapi selanjutnya menjadi terkenal melalui penggunaan pada sepeda motor Helios pada tahun 1923. Pada model ini M2B15, mesin dipasang arahnya sejajar dengan rangka bukan melintang seperti sepeda motor BMW saat sekarang.
Chief Design Engineer BMW bernama Max Friz yang semenjak awal telah bergabung dengan perusahaan ini pada tahun 1916 mulai melakukan inovasi lagi. Max dengan pengalamannya telah merancang beberapa mesin pesawat terbang, mesin sepeda motor “Flink” 1920, sampai dengan mesin Helios M2B15. Sebagai seorang insinyur tidak mudah puas dengan temuannya termasuk pada mesin Helios, dia selanjutnya merancang dan memperkenalkan mesin model baru yang dipasang pada BMW R32, mesin tersebut dipasang melintang dengan menggunakan transmisi tiga kecepatan melalui poros-drive (gardan) dengan pelumasan tertutup. R32 ini menjadi terkenal karena warna cat biru dan putih pada logo BMW.
Pabrik BMW R32
BMW R32 (1923 to 1926)
Penemuan dan pengembangan lanjutan dari Max antara lain mesin silinder tunggal (big single nih!), penggunaan kerangka baja pada tahun 1929, pemakaian garpu teleskopik di tahun1935, penggunaan tubular frame di tahun 1936, dan pengenalan suspensi belakang teleskopik di tahun 1938. Hebat ya!!!
Demikian sedikit sejarah singkat dari sepeda motor BMW. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan kita bersama.
Urutan Motor BMW sesuai tahun produksinya:
R32 (1923-1926)
R37 (1925-1926)
R39 (1925-1927)
R42 (1926-1928)
R47 (1927-1928)
R63 (1928-1929)
R62 (1928-1929)
R52 (1928-1929)
R57 (1929-1930)
R11 Series 1 (1929-1930) dibuat sampai seri 5
R16 Series 1 (1929-1930) dibuat sampai seri 5
sumber :
- bmbikes.co.uk
- silenceraloner.wordpress.com
- beehivebeemers.org
- bmwminiofsterling.wordpress.com
- http://blackcat160.wordpress.com/2011/03/28/bmw-bikin-mimpi-wae/
Home > Auto Klasik > Sejarahnya Vespa!
Sejarah vespa dimulai lebih dari seabad silam, tepatnya 1884. Perusahaan Piaggio didirikan di Genoa, Italia pada tahun 1884 oleh Rinaldo Piaggio. Bisnis Rinaldo dimulai peralatan kapal. Tapi di akhir abad, Piaggio juga memproduksi Rel Kereta, Gerbong Kereta, body Truck, Mesin dan Kereta api. Pada Perang Dunia I, perusahaannya memproduksi Pesawat Terbang dan Kapal Laut. Pada tahun 1917 Piaggio membeli pabrik baru di Pisa dan 4 tahun kemudian Rinaldo mengambil alih sebuah pabrik kecil di Pontedera di daerah Tuscany Italia. Pabrik di Pontedera inilah yang mana menjadi Pusat produksi pesawat terbang beserta komponen-komponennya (baling-baling, Mesin dan Pesawat) Selama Perang Dunia II, pabrik di Pontedera membuat P108 untuk mesin Pesawat dua penumpang dan Versi Pembom.
Pada akhir Perang Dunia II, pabrik Piaggio dibom oleh pesawat sekutu. Setelah perang usai, Enrico Piaggio mengambil alih Piaggio dari ayahnya (Rinaldo Piaggio). Pada saat itu perekonomian Italia sedang memburuk, Enrico memutuskan untuk mendisain alat transportasi yang murah. Enrico memutuskan untuk fokuskan perhatian perusahaannya pada masalah personal Mobility yg dibutuhkan masyarakat Italia.
Kemudian bergabunglah Corradino D’Ascanio, Insinyur bidang penerbangan yang berbakat yang merancang, mengkonsep dan menerbangkan Helikopter Modern Pertamanya Piaggio.
D’Ascanio membuat rancangan yang simple,ekonomis, nyaman dan juga elegan. D’Ascanio memimpikan sebuah revolusi kendaraan baru. Dengan mengambil gambaran dari tehnologi pesawat terbang, dia membayangkan sebuah kendaraan yang dibangun dengan sebuah “Monocoque†atau Unibody Steel Chassis. Garpu depan seperti Ban mendarat sebuah pesawat yang mana mudah untuk penggantian ban. Hasilnya sebuah design yg terinspirasi dari pesawat yang yang sampai saat ini berbeda dengan kendaraan yang lain.
Maka pada 1945, konstruksi alternatif tersebut ditemukan. Awalnya memang sebuah konsep sepeda motor berkerangka besi dengan lekuk membulat bagai terowong. Mengejutkan, ternyata bagian staternya dirancang dengan menggunakan komponen bom dan rodanya diambil dari roda pesawat tempur. Guna mengoptimalkan bentuk dan keamanan penggunanya, pabrikan yang kala itu masih terbilang sebagai usaha ''kaki lima'' merancang papan penutup kaki pada bagian depan. Proyek ini langsung dipimpin oleh Corradino d'Ascanio. Karena itu, hak paten pun segera dapat mereka kantongi.
Hasilnya, muncullah pertama kali produk motor dengan seri MP5. Kendaraan ini berteknologi sederhana tetapi punya bentuk yang amat menarik, bagai binatang penyengat (lebah/tawon) karena bentuk kerangkanya. Namun, karena bentuk penutup pengaman yang bagai papan selancar itu, sejumlah pekerja di pabrik Piaggio pun bahkan mengatakannya sebagai motor Paperino. Harap diingat, Paperino adalah sindiran sinis untuk tokoh Donald Duck (bebek). Maka, d'Ascanio pun putar akal untuk memperbaiki model tersebut.
D’ascanio hanya membutuhkan beberapa hari untuk mengonsep ulang bentuk desain kendaraannya dan prototipnya diberi nama MP6. Saat Enrico Piaggio melihat protototip MP6 itu, ia secara tak sengaja berseru “Sambra Una Vespa†(terlihat seperti Tawon). Akhirnya dari seruan tak sengaja itu, diputuskan kendaraan ini dinamakan ‘Vespa’ (tawon dalam bahasa Indonesia). Pada April 1946, prototip MP6 ini mulai diproduksi masal di pabrik Piaggio di Pontedera, Italia. Pada Akhir 1949, telah di produksi 35000 unit dan dalam 10 tahun telah memproduksi 1 Juta unit dan pada pertengahan tahun 1950. Selama tahun 1960-an dan 1970-an Vespa menjadi simbol dari revolusi gagasan pada waktu itu.
Perkembangan selanjutnya, produk ini ternyata laris diserap pasar Prancis, Inggris, Belgia, Spanyol, Brazil, dan India -- selain di pasar domestik produk ini laku bagai kacang goreng. Selain itu, India pun memproduksi jenis dan bentuk yang sama dengan mengambil mesin Bajaj. Jenisnya adalah Bajaj Deluxe dan Bajaj Super. Sejumlah pihak lantas mengajukan lamaran untuk joint membuat Vespa. Maka pada 1950 munculah Vespa 125 cc buatan Jerman.
Pada saat itu banyak negara lain yang mencoba membuat produk serupa, tetapi ternyata mereka tak sedikit pun mampu menyaingi Piaggio. Di antara pesaing itu adalah Lambretta, Heinkel, Zundapp, dan NSU. Bagi masyarakat Indonesia, produk Lambretta dan Zundapp, sempat populer di era 1960-an. Selidik punya selidik, fanatisme terhadap Vespa ternyata muncul akibat ciri dasar bentuk motor ini yang selalu dipertahankan pada setiap produk berikutnya. Bahkan saat mereka terbilang melakukan ''revolusi'' bentuk pada produk baru, Vespa 150 GS, kekhasan pantat bahenol masih terasa melekat.
Produk 150 GS -- kala itu dikenal sebagai Vespamore dan hampir selalu tampil di tiap film tahun 1960-an -- memang kemudi dan lampu sorotnya mulai dibuat menyatu. Tetapi, secara keseluruhan apalagi bentuk pantatnya, benar-benar masih membulat. Dan cerita terus berlanjut saat ini dengan model generasi baru Vespa, mempersembahkan Vespa ET2, Vespa ET4, Vespa Granturismo dan Vespa PX150. Vespa bukan hanya sekedar Scooter tapi salah satu Icon besar orang Italia.
Sejarah Vespa di Indonesia
“Demam Vespa” di tanah air sangat di pengaruhi oleh “Vespa Congo”. Vespa diberikan sebagai Penghargaan oleh Pemerintah Indonesia terhadap Pasukan Penjaga Perdamaian Indonesia yang bertugas di Congo saat itu.
Menurut beberapa narasumber, setelah banyak Vespa Congo berkeliaran di jalanan, mulailah Vespa menjadi salah satu pilihan kendaraan roda dua di Indonesia. Importir lokal turut mendukung perkembangan Vespa di tanah air.
Sampai saat ini sudah puluhan varian Vespa yang mampir di Indonesia. Dari yang paling tua hingga yang paling baru ada di Indonesia. Sampai saat ini Indonesia mungkin masih bisa disebut sebagai surganya Vespa. Maraknya ekspor Vespa, sedikit banyak mengurangi populasi Vespa di Indonesia.
Sejarah Vespa Kongo
Ada sebuah ungkapan yang mengatakan bahwa “untuk berdamai maka mulailah perang.” Akhir sebuah peperangan ataupun konflik di sebuah wilayah selain membuahkan perdamaian, kadang juga tidak pernah terduga. Keadaan yg tidak terduga ini dapat berupa macam-macam bahkan tidak masuk akal, diantaranya adalah semakin populernya salah satu jenis kendaraan roda dua yakni Vespa. Perang yang berkecamuk di benua Afrika dalam dekade 1960'an memberikan dampak yang irasional terhadap popularitas Vespa khususnya di tanah air tercinta ini. Sebagai bagian dari kepedulian Bangsa Indonesia terhadap perdamaian dunia, maka setelah berakhirnya Perang Congo (negara ini beberapa kali berganti nama Congo, Zaire, Congo) tanggal 31 Juli 1960 PBB mendaulat Republik Indonesia untuk mengirimkan pasukannya guna menjadi bagian dari pasukan penjaga perdamaian di Negara Congo. Wujud kepedulian yang tinggi atas perdamaian dimuka bumi, Bangsa Indonesia mengutus pasukan terbaiknya ke Congo dengan sandi Pasukan Garuda Indonesia melalui beberapa kali pendaratan.
Setelah tugas sebagai pasukan penjaga perdamaian diselesaikan, Pasukan Garuda Indonesia menerima tanda penghargaan dari Pemerintah Republik Indonesia, dimana salah satunya berupa Vespa (dari beberapa sumber mengatakan bahwa dalam pemberian itu juga ada yang berbentuk uang dan beberapa peti jarum jahit). Terlihat disini Vespa sesungguhnya telah mengikat kita (para scooteris) dengan bangsa kita dalam kancah internasional, walaupun tidak pernah tertulis dalam tinta emas sejarah republik ini.
Menarik disimak bahwa penghargaan Vespa tersebut juga tidak terlepas dari tradisi dalam dunia kemiliteran. Beberapa sumber mengatakan bahwa untuk Vespa yang berwarna hijau 150 cc ditujukan bagi tentara yg lebih tinggi tingkat kepangkatannya, sementara yang berwarna kuning dan biru 125 cc untuk tingkat kepangkatan yang lebih rendah. Selain itu guna melengkapi jati diri atas Vespa dimaksud juga di sematkan tanda nomor prajurit yang bersangkutan, pada sisi sebelah kiri handlebar (stang) yang berbentuk oval terbuat dari bahan kuningan serta sebuah piagam penghargaan yang menyertainya.
Setelah itu maka pada tahun-tahun tersebut ramailah Vespa dengan sebutan Vespa Congo berseliweran di jalan-jalan, sebuah Vespa baru yang menambah tipe Vespa sebelumnya telah hadir. Kondisi ini ternyata juga memberikan dampak positif bagi penjualan Vespa di tanah air saat itu. Vespa Congo yang berbentuk bulat telah memberikan konstribusi berupa iklan gratis bagi importir Vespa di Indonesia. Perkembangan ini kemudian menimbulkan semacam stigma disini bahwa Vespa yg berbentuk bulat ya…Vespa Congo.
Jadi jangan heran apabila saat ini generasi sebelum kita menyebut Vespa bulat dengan sebutan Vespa Congo, walaupun Vespa yang dimaksud sesungguhnya adalah Vespa keluaran tahun 1962 atau Vespa keluaran tahun 1965 misalnya (hal ini pernah penulis alami saat menanyakan pada seseorang yang cukup berumur sedang bersama vespanya dan dia bilang ini Vespa Congo…, ya…sudahlah).
Seiring dengan perjalanan waktu maka mulailah sebuah evolusi kepunahan atas Vespa Congo di tanah air terjadi. Banyak sebab yang menjadikan hal tersebut terjadi, seperti telah dijualnya Vespa dimaksud oleh pemilik aslinya atau ada beberapa bagian yang rusak berat sehingga sangat sulit untuk diperbaiki. Hal ini mengingat terbatasnya jumlah Vespa jenis tersebut yang disebabkan keberadaannya juga sangat signifikan dengan jumlah tentara kita yang menerima. Walaupun penulis pernah menemui Vespa jenis tersebut yang bukan milik Pasukan Garuda Indonesia (sepertinya pernah juga Vespa jenis tersebut masuk ke Indonesia melalui importir Vespa waktu itu ), namun tetap saja pasokan akan suku cadang maupun hal-hal lain yang menyertainya, seperti spakbor depan atau speedo meternya sangat minim tersedia. Tidak demikian halnya dengan Vespa jenis lain yang masih banyak diproduksi walaupun oleh rumah produksi lokal.
Dengan kondisi tersebut di atas maka Vespa Congo mulai masuk daftar sebagai salah satu The Most Wanted Vespa in Indonesia, yang dijadikan tunggangan scooteris maupun sebagai barang koleksi bagi kolektor Vespa.
Saudara Kandung Vespa Congo
adalah satu keunikan Vespa Congo adalah Vespa jenis tersebut tidak diproduksi oleh Italy melainkan oleh German. Dengan berbahan baku plat baja yang lebih keras dari pada Vespa bulat umumnya, Vespa Congo memiliki tingkat kelengkapan lebih dari pada Vespa made in Italy yang umum beredar di Indonesia (VBB1T maupun VBB2T). Vespa Congo adalah bukti penetrasi scooter produk Italy yang merambah dunia. Untuk dapat mengetahui hal ini dapat dimulai dari perkembangan Vespa di German.
Jacob Oswald Hoffmann adalah pemilik pabrik sepeda di Lintorf, sebuah kota yang terletak di Utara Dusseldorf. Dia membangun sendiri pabrik tersebut dengan membeli sebidang tanah yang diatasnya telah berdiri beberapa gedung bekas pabrik pacul/cangkul setelah berakhirnya perang. Suatu ketika pada awal 1949 ia mendapati beberapa foto vespa hasil jepretan wartawan berada diatas meja kerjanya. Dari sini ada perbedaan yang fundamental, kemudian Hoffman mencari tahu lebih banyak mengenai objek foto tersebut.
Kesempatan datang saat di Frankfurt Show, dimana Hoffmann dan Vespa bertemu langsung untuk pertama kalinya. Dari sana kemudian Hoffmann berkeinginan membangun pabrik Vespa di Lintorf. Ia kemudian mengajukan kepada Piaggio untuk diberikan lisensi membangun Vespa bagi pasar German.
Piaggio sangat mendukung permintaan Hoffmann tersebut. Mereka kemudian melihat secara langsung kemungkinan akan pasar Vespa di German dan mendapatkan bahwa Vespa dapat diterima oleh pasar German. Langkah berikutnya adalah mereka mengadakan pendekatan kepada beberapa importir, akan tetapi para importir tersebut tidak ada yang berminat. Penundaan ini diminimalisir dengan mempercepat penandatanganan kesepakatan kerjasama diantara keduanya, dan mulailah Hoffmann sebagai pemilik lisensi utama atas produk Vespa untuk seluruh German Barat juga sebagian pasar Vespa di bagian Utara negara tersebut dan berhak atas export ke Belanda, Belgia serta Denmark. Pertanggung jawaban penjualan untuk wilayah bagian Selatan negara tersebut ditangani oleh Vespa Marketing GmbH di Frankfurt.
Vespa ternyata cepat populer di German, media massa mengangkatnya sebagai produk yang inovatif dan stylis serta memuji Piaggio atas ciptaanya berupa kendaraan transportasi roda dua yang sangat menarik. Tahun 1953, pabrik Hoffmann telah memproduksi lebih dari 400 unit Vespa setiap minggunya. Akan tetapi memasuki tahun-tahun berikutnya angka produksi menurun hingga setengahnya. Dalam kondisi perekonomian German yang tidak menguntungkan tersebut, Hoffmann percaya akan jalan keluarnya yaitu tetap pada jalur kompetisi dan ia menciptakan Vespa dengan performa yang lebih bagus.
Kemudian ia menciptakan Vespa dengan sebutan model Konigin yang terlihat gagah dengan ditambahkan sentuhan chromm serta lampu depan dan lain sebagainya. Biaya pengembangan Konigin ternyata sangat mahal, dan membahayakan kondisi keuangan Hoffmann. Pembuatan scooter jenis baru lainnya juga menjadikan kerjasama antara Hoffmann dengan Piaggio terputus, memasuki awal tahun 1955 kongsi keduanya bubar.
Piaggio kemudian menjalin hubungan dengan Messerschmitt Co., yang kemudian mengeluarkan produksi Vespa pertama di tahun 1955. Mereka mengeluarkan dua model yaitu 150 Touren dan GS yang diklaim lebih dahsyat. Mereka juga menyediakan purna jual dan service serta spare part bagi Vespa produksi Hoffmann. Kerjasama ini berlanjut hingga akhir tahun 1957.
Setelah itu berdirilah Vespa GmbH Augsburg, perusahaan patungan antara Piaggio dan Martial Fane Organisation, kongsi ini kemudian juga menyediakan beberapa bagian bagi Vespa Messerschmitt. Kedua model yang dibuat saat kongsian dengan Messerschmitt (150 Touren dan GS) kemudian dikembangkan dengan beberapa modifikasi. Selain itu Vespa GmbH Augsburg juga melahirkan Vespa 125 cc yang pertama kali diperkenalkan dalam tahun 1958. Produksi berlanjut hingga tahun 1963, yang merupakan saat puncak perubahan scooter dan produksinya yang sudah tidak terlalu banyak. Pada kelanjutannya German kemudian mengimpor Vespa langsung dari Italy.
Dari uraian tersebut di atas dimanakah saudara kandung Vespa Congo kita sebenarnya? Ada beberapa hal yang patut diperhatikan disini yaitu, pertama dari sisi tahun kerjasama antara Piaggio dengan beberapa perusahaan di German dan kedua dari sisi tahun serta nomor produksi yang menyertai Vespa Congo itu sendiri. Dari penulusuran penulis terhadap beberapa Vespa Congo yang ada berdasarkan tahun keluaran dalam BPKB adalah tahun 1958 hingga 1963, hal ini sangat sinkron apabila dikaitkan dengan selesainya tugas Pasukan Garuda Indonesia saat menjadi pasukan penjaga perdamaian di Congo. Untuk kurun waktu tersebut maka kerjasama antara Piaggio dengan Hoffmann tidak masuk hitungan. Hal ini disebabkan kongsian keduanya bubar di tahun 1955 dan produk dari kerjasama itupun berbentuk Vespa dengan model stang sepeda dan menggunakan Fender Light. Kerjasama kedua Piaggio di German bersama Messerschmitt. Dari kerjasama inilah keluar produk Vespa GS yang sering disebut di Indonesia GS versi German dan 150 Touren yang merupakan cikal bakal Vespa Congo kita, akan tetapi kongsian itupun tidak bertahan lama karena di tahun 1957. mereka bubar. Namun pengembangan GS dan 150 Touren terus berlanjut, saat Piaggio kerjasama dengan Martial Fane Organization dengan mendirikan Vespa GmbH Augsburg 1958, dari kerjasama inilah kemudian lahir apa yang kita sebut sebagai Vespa Congo
sumber :
- http://www.memobee.com/index.php?do=c.every_body_is_journalist&idej=37
- http://asakurakyriel.blogspot.com/2010/05/sejarah-vespa.html
Sejarah vespa dimulai lebih dari seabad silam, tepatnya 1884. Perusahaan Piaggio didirikan di Genoa, Italia pada tahun 1884 oleh Rinaldo Piaggio. Bisnis Rinaldo dimulai peralatan kapal. Tapi di akhir abad, Piaggio juga memproduksi Rel Kereta, Gerbong Kereta, body Truck, Mesin dan Kereta api. Pada Perang Dunia I, perusahaannya memproduksi Pesawat Terbang dan Kapal Laut. Pada tahun 1917 Piaggio membeli pabrik baru di Pisa dan 4 tahun kemudian Rinaldo mengambil alih sebuah pabrik kecil di Pontedera di daerah Tuscany Italia. Pabrik di Pontedera inilah yang mana menjadi Pusat produksi pesawat terbang beserta komponen-komponennya (baling-baling, Mesin dan Pesawat) Selama Perang Dunia II, pabrik di Pontedera membuat P108 untuk mesin Pesawat dua penumpang dan Versi Pembom.
Pada akhir Perang Dunia II, pabrik Piaggio dibom oleh pesawat sekutu. Setelah perang usai, Enrico Piaggio mengambil alih Piaggio dari ayahnya (Rinaldo Piaggio). Pada saat itu perekonomian Italia sedang memburuk, Enrico memutuskan untuk mendisain alat transportasi yang murah. Enrico memutuskan untuk fokuskan perhatian perusahaannya pada masalah personal Mobility yg dibutuhkan masyarakat Italia.
Kemudian bergabunglah Corradino D’Ascanio, Insinyur bidang penerbangan yang berbakat yang merancang, mengkonsep dan menerbangkan Helikopter Modern Pertamanya Piaggio.
D’Ascanio membuat rancangan yang simple,ekonomis, nyaman dan juga elegan. D’Ascanio memimpikan sebuah revolusi kendaraan baru. Dengan mengambil gambaran dari tehnologi pesawat terbang, dia membayangkan sebuah kendaraan yang dibangun dengan sebuah “Monocoque†atau Unibody Steel Chassis. Garpu depan seperti Ban mendarat sebuah pesawat yang mana mudah untuk penggantian ban. Hasilnya sebuah design yg terinspirasi dari pesawat yang yang sampai saat ini berbeda dengan kendaraan yang lain.
Maka pada 1945, konstruksi alternatif tersebut ditemukan. Awalnya memang sebuah konsep sepeda motor berkerangka besi dengan lekuk membulat bagai terowong. Mengejutkan, ternyata bagian staternya dirancang dengan menggunakan komponen bom dan rodanya diambil dari roda pesawat tempur. Guna mengoptimalkan bentuk dan keamanan penggunanya, pabrikan yang kala itu masih terbilang sebagai usaha ''kaki lima'' merancang papan penutup kaki pada bagian depan. Proyek ini langsung dipimpin oleh Corradino d'Ascanio. Karena itu, hak paten pun segera dapat mereka kantongi.
Hasilnya, muncullah pertama kali produk motor dengan seri MP5. Kendaraan ini berteknologi sederhana tetapi punya bentuk yang amat menarik, bagai binatang penyengat (lebah/tawon) karena bentuk kerangkanya. Namun, karena bentuk penutup pengaman yang bagai papan selancar itu, sejumlah pekerja di pabrik Piaggio pun bahkan mengatakannya sebagai motor Paperino. Harap diingat, Paperino adalah sindiran sinis untuk tokoh Donald Duck (bebek). Maka, d'Ascanio pun putar akal untuk memperbaiki model tersebut.
D’ascanio hanya membutuhkan beberapa hari untuk mengonsep ulang bentuk desain kendaraannya dan prototipnya diberi nama MP6. Saat Enrico Piaggio melihat protototip MP6 itu, ia secara tak sengaja berseru “Sambra Una Vespa†(terlihat seperti Tawon). Akhirnya dari seruan tak sengaja itu, diputuskan kendaraan ini dinamakan ‘Vespa’ (tawon dalam bahasa Indonesia). Pada April 1946, prototip MP6 ini mulai diproduksi masal di pabrik Piaggio di Pontedera, Italia. Pada Akhir 1949, telah di produksi 35000 unit dan dalam 10 tahun telah memproduksi 1 Juta unit dan pada pertengahan tahun 1950. Selama tahun 1960-an dan 1970-an Vespa menjadi simbol dari revolusi gagasan pada waktu itu.
Perkembangan selanjutnya, produk ini ternyata laris diserap pasar Prancis, Inggris, Belgia, Spanyol, Brazil, dan India -- selain di pasar domestik produk ini laku bagai kacang goreng. Selain itu, India pun memproduksi jenis dan bentuk yang sama dengan mengambil mesin Bajaj. Jenisnya adalah Bajaj Deluxe dan Bajaj Super. Sejumlah pihak lantas mengajukan lamaran untuk joint membuat Vespa. Maka pada 1950 munculah Vespa 125 cc buatan Jerman.
Pada saat itu banyak negara lain yang mencoba membuat produk serupa, tetapi ternyata mereka tak sedikit pun mampu menyaingi Piaggio. Di antara pesaing itu adalah Lambretta, Heinkel, Zundapp, dan NSU. Bagi masyarakat Indonesia, produk Lambretta dan Zundapp, sempat populer di era 1960-an. Selidik punya selidik, fanatisme terhadap Vespa ternyata muncul akibat ciri dasar bentuk motor ini yang selalu dipertahankan pada setiap produk berikutnya. Bahkan saat mereka terbilang melakukan ''revolusi'' bentuk pada produk baru, Vespa 150 GS, kekhasan pantat bahenol masih terasa melekat.
Produk 150 GS -- kala itu dikenal sebagai Vespamore dan hampir selalu tampil di tiap film tahun 1960-an -- memang kemudi dan lampu sorotnya mulai dibuat menyatu. Tetapi, secara keseluruhan apalagi bentuk pantatnya, benar-benar masih membulat. Dan cerita terus berlanjut saat ini dengan model generasi baru Vespa, mempersembahkan Vespa ET2, Vespa ET4, Vespa Granturismo dan Vespa PX150. Vespa bukan hanya sekedar Scooter tapi salah satu Icon besar orang Italia.
Sejarah Vespa di Indonesia
“Demam Vespa” di tanah air sangat di pengaruhi oleh “Vespa Congo”. Vespa diberikan sebagai Penghargaan oleh Pemerintah Indonesia terhadap Pasukan Penjaga Perdamaian Indonesia yang bertugas di Congo saat itu.
Menurut beberapa narasumber, setelah banyak Vespa Congo berkeliaran di jalanan, mulailah Vespa menjadi salah satu pilihan kendaraan roda dua di Indonesia. Importir lokal turut mendukung perkembangan Vespa di tanah air.
Sampai saat ini sudah puluhan varian Vespa yang mampir di Indonesia. Dari yang paling tua hingga yang paling baru ada di Indonesia. Sampai saat ini Indonesia mungkin masih bisa disebut sebagai surganya Vespa. Maraknya ekspor Vespa, sedikit banyak mengurangi populasi Vespa di Indonesia.
Sejarah Vespa Kongo
Ada sebuah ungkapan yang mengatakan bahwa “untuk berdamai maka mulailah perang.” Akhir sebuah peperangan ataupun konflik di sebuah wilayah selain membuahkan perdamaian, kadang juga tidak pernah terduga. Keadaan yg tidak terduga ini dapat berupa macam-macam bahkan tidak masuk akal, diantaranya adalah semakin populernya salah satu jenis kendaraan roda dua yakni Vespa. Perang yang berkecamuk di benua Afrika dalam dekade 1960'an memberikan dampak yang irasional terhadap popularitas Vespa khususnya di tanah air tercinta ini. Sebagai bagian dari kepedulian Bangsa Indonesia terhadap perdamaian dunia, maka setelah berakhirnya Perang Congo (negara ini beberapa kali berganti nama Congo, Zaire, Congo) tanggal 31 Juli 1960 PBB mendaulat Republik Indonesia untuk mengirimkan pasukannya guna menjadi bagian dari pasukan penjaga perdamaian di Negara Congo. Wujud kepedulian yang tinggi atas perdamaian dimuka bumi, Bangsa Indonesia mengutus pasukan terbaiknya ke Congo dengan sandi Pasukan Garuda Indonesia melalui beberapa kali pendaratan.
Setelah tugas sebagai pasukan penjaga perdamaian diselesaikan, Pasukan Garuda Indonesia menerima tanda penghargaan dari Pemerintah Republik Indonesia, dimana salah satunya berupa Vespa (dari beberapa sumber mengatakan bahwa dalam pemberian itu juga ada yang berbentuk uang dan beberapa peti jarum jahit). Terlihat disini Vespa sesungguhnya telah mengikat kita (para scooteris) dengan bangsa kita dalam kancah internasional, walaupun tidak pernah tertulis dalam tinta emas sejarah republik ini.
Menarik disimak bahwa penghargaan Vespa tersebut juga tidak terlepas dari tradisi dalam dunia kemiliteran. Beberapa sumber mengatakan bahwa untuk Vespa yang berwarna hijau 150 cc ditujukan bagi tentara yg lebih tinggi tingkat kepangkatannya, sementara yang berwarna kuning dan biru 125 cc untuk tingkat kepangkatan yang lebih rendah. Selain itu guna melengkapi jati diri atas Vespa dimaksud juga di sematkan tanda nomor prajurit yang bersangkutan, pada sisi sebelah kiri handlebar (stang) yang berbentuk oval terbuat dari bahan kuningan serta sebuah piagam penghargaan yang menyertainya.
Setelah itu maka pada tahun-tahun tersebut ramailah Vespa dengan sebutan Vespa Congo berseliweran di jalan-jalan, sebuah Vespa baru yang menambah tipe Vespa sebelumnya telah hadir. Kondisi ini ternyata juga memberikan dampak positif bagi penjualan Vespa di tanah air saat itu. Vespa Congo yang berbentuk bulat telah memberikan konstribusi berupa iklan gratis bagi importir Vespa di Indonesia. Perkembangan ini kemudian menimbulkan semacam stigma disini bahwa Vespa yg berbentuk bulat ya…Vespa Congo.
Jadi jangan heran apabila saat ini generasi sebelum kita menyebut Vespa bulat dengan sebutan Vespa Congo, walaupun Vespa yang dimaksud sesungguhnya adalah Vespa keluaran tahun 1962 atau Vespa keluaran tahun 1965 misalnya (hal ini pernah penulis alami saat menanyakan pada seseorang yang cukup berumur sedang bersama vespanya dan dia bilang ini Vespa Congo…, ya…sudahlah).
Seiring dengan perjalanan waktu maka mulailah sebuah evolusi kepunahan atas Vespa Congo di tanah air terjadi. Banyak sebab yang menjadikan hal tersebut terjadi, seperti telah dijualnya Vespa dimaksud oleh pemilik aslinya atau ada beberapa bagian yang rusak berat sehingga sangat sulit untuk diperbaiki. Hal ini mengingat terbatasnya jumlah Vespa jenis tersebut yang disebabkan keberadaannya juga sangat signifikan dengan jumlah tentara kita yang menerima. Walaupun penulis pernah menemui Vespa jenis tersebut yang bukan milik Pasukan Garuda Indonesia (sepertinya pernah juga Vespa jenis tersebut masuk ke Indonesia melalui importir Vespa waktu itu ), namun tetap saja pasokan akan suku cadang maupun hal-hal lain yang menyertainya, seperti spakbor depan atau speedo meternya sangat minim tersedia. Tidak demikian halnya dengan Vespa jenis lain yang masih banyak diproduksi walaupun oleh rumah produksi lokal.
Dengan kondisi tersebut di atas maka Vespa Congo mulai masuk daftar sebagai salah satu The Most Wanted Vespa in Indonesia, yang dijadikan tunggangan scooteris maupun sebagai barang koleksi bagi kolektor Vespa.
Saudara Kandung Vespa Congo
adalah satu keunikan Vespa Congo adalah Vespa jenis tersebut tidak diproduksi oleh Italy melainkan oleh German. Dengan berbahan baku plat baja yang lebih keras dari pada Vespa bulat umumnya, Vespa Congo memiliki tingkat kelengkapan lebih dari pada Vespa made in Italy yang umum beredar di Indonesia (VBB1T maupun VBB2T). Vespa Congo adalah bukti penetrasi scooter produk Italy yang merambah dunia. Untuk dapat mengetahui hal ini dapat dimulai dari perkembangan Vespa di German.
Jacob Oswald Hoffmann adalah pemilik pabrik sepeda di Lintorf, sebuah kota yang terletak di Utara Dusseldorf. Dia membangun sendiri pabrik tersebut dengan membeli sebidang tanah yang diatasnya telah berdiri beberapa gedung bekas pabrik pacul/cangkul setelah berakhirnya perang. Suatu ketika pada awal 1949 ia mendapati beberapa foto vespa hasil jepretan wartawan berada diatas meja kerjanya. Dari sini ada perbedaan yang fundamental, kemudian Hoffman mencari tahu lebih banyak mengenai objek foto tersebut.
Kesempatan datang saat di Frankfurt Show, dimana Hoffmann dan Vespa bertemu langsung untuk pertama kalinya. Dari sana kemudian Hoffmann berkeinginan membangun pabrik Vespa di Lintorf. Ia kemudian mengajukan kepada Piaggio untuk diberikan lisensi membangun Vespa bagi pasar German.
Piaggio sangat mendukung permintaan Hoffmann tersebut. Mereka kemudian melihat secara langsung kemungkinan akan pasar Vespa di German dan mendapatkan bahwa Vespa dapat diterima oleh pasar German. Langkah berikutnya adalah mereka mengadakan pendekatan kepada beberapa importir, akan tetapi para importir tersebut tidak ada yang berminat. Penundaan ini diminimalisir dengan mempercepat penandatanganan kesepakatan kerjasama diantara keduanya, dan mulailah Hoffmann sebagai pemilik lisensi utama atas produk Vespa untuk seluruh German Barat juga sebagian pasar Vespa di bagian Utara negara tersebut dan berhak atas export ke Belanda, Belgia serta Denmark. Pertanggung jawaban penjualan untuk wilayah bagian Selatan negara tersebut ditangani oleh Vespa Marketing GmbH di Frankfurt.
Vespa ternyata cepat populer di German, media massa mengangkatnya sebagai produk yang inovatif dan stylis serta memuji Piaggio atas ciptaanya berupa kendaraan transportasi roda dua yang sangat menarik. Tahun 1953, pabrik Hoffmann telah memproduksi lebih dari 400 unit Vespa setiap minggunya. Akan tetapi memasuki tahun-tahun berikutnya angka produksi menurun hingga setengahnya. Dalam kondisi perekonomian German yang tidak menguntungkan tersebut, Hoffmann percaya akan jalan keluarnya yaitu tetap pada jalur kompetisi dan ia menciptakan Vespa dengan performa yang lebih bagus.
Kemudian ia menciptakan Vespa dengan sebutan model Konigin yang terlihat gagah dengan ditambahkan sentuhan chromm serta lampu depan dan lain sebagainya. Biaya pengembangan Konigin ternyata sangat mahal, dan membahayakan kondisi keuangan Hoffmann. Pembuatan scooter jenis baru lainnya juga menjadikan kerjasama antara Hoffmann dengan Piaggio terputus, memasuki awal tahun 1955 kongsi keduanya bubar.
Piaggio kemudian menjalin hubungan dengan Messerschmitt Co., yang kemudian mengeluarkan produksi Vespa pertama di tahun 1955. Mereka mengeluarkan dua model yaitu 150 Touren dan GS yang diklaim lebih dahsyat. Mereka juga menyediakan purna jual dan service serta spare part bagi Vespa produksi Hoffmann. Kerjasama ini berlanjut hingga akhir tahun 1957.
Setelah itu berdirilah Vespa GmbH Augsburg, perusahaan patungan antara Piaggio dan Martial Fane Organisation, kongsi ini kemudian juga menyediakan beberapa bagian bagi Vespa Messerschmitt. Kedua model yang dibuat saat kongsian dengan Messerschmitt (150 Touren dan GS) kemudian dikembangkan dengan beberapa modifikasi. Selain itu Vespa GmbH Augsburg juga melahirkan Vespa 125 cc yang pertama kali diperkenalkan dalam tahun 1958. Produksi berlanjut hingga tahun 1963, yang merupakan saat puncak perubahan scooter dan produksinya yang sudah tidak terlalu banyak. Pada kelanjutannya German kemudian mengimpor Vespa langsung dari Italy.
Dari uraian tersebut di atas dimanakah saudara kandung Vespa Congo kita sebenarnya? Ada beberapa hal yang patut diperhatikan disini yaitu, pertama dari sisi tahun kerjasama antara Piaggio dengan beberapa perusahaan di German dan kedua dari sisi tahun serta nomor produksi yang menyertai Vespa Congo itu sendiri. Dari penulusuran penulis terhadap beberapa Vespa Congo yang ada berdasarkan tahun keluaran dalam BPKB adalah tahun 1958 hingga 1963, hal ini sangat sinkron apabila dikaitkan dengan selesainya tugas Pasukan Garuda Indonesia saat menjadi pasukan penjaga perdamaian di Congo. Untuk kurun waktu tersebut maka kerjasama antara Piaggio dengan Hoffmann tidak masuk hitungan. Hal ini disebabkan kongsian keduanya bubar di tahun 1955 dan produk dari kerjasama itupun berbentuk Vespa dengan model stang sepeda dan menggunakan Fender Light. Kerjasama kedua Piaggio di German bersama Messerschmitt. Dari kerjasama inilah keluar produk Vespa GS yang sering disebut di Indonesia GS versi German dan 150 Touren yang merupakan cikal bakal Vespa Congo kita, akan tetapi kongsian itupun tidak bertahan lama karena di tahun 1957. mereka bubar. Namun pengembangan GS dan 150 Touren terus berlanjut, saat Piaggio kerjasama dengan Martial Fane Organization dengan mendirikan Vespa GmbH Augsburg 1958, dari kerjasama inilah kemudian lahir apa yang kita sebut sebagai Vespa Congo
sumber :
- http://www.memobee.com/index.php?do=c.every_body_is_journalist&idej=37
- http://asakurakyriel.blogspot.com/2010/05/sejarah-vespa.html
Home > Berita Otomotif > Honda CBR 250R Lebih Bertenaga Meluncur di India
Delhi, KompasOtomotif - Honda siap meluncurkan CBR 250R versi model minor change atau facelift di India, pekan depan (Maret 2012). Konsumen bisa punya variasi pilihan, baik dari segi tampilan maupun tenaga. Gebrakan ini untuk mengimbangi rival KTM yang baru meluncurkan Duke 200 dengan banderol lebih kompetitif dan kemampuannya hampir setara. Meski dari tampilan sangat beda, Duke bergaya supermoto dan CBR full fairing, tapi Honda tetap waspada.
Untuk tampilan, CBR 250R facelift ditawarkan dengan pilihan warna baru, salah satunya Biru-Putih-Merah. Kualitas plastik yang digunakan telah ditingkatkan. Terakhir, dilakukan pemetaan ulang pada ECU sehingga menghasilkan "settingan" mesin lebih bertenaga, tapi lebih irit. Walau tak disebutkan seberapa besarnya perubahan.
Tapi sebagai informasi, Honda CBR 250R lama bermesin 250 cc satu silinder bertenaga 25,35 PS, sama seperti yang dimiliki Duke 200. Torsi 23 Nm lebih unggul. Namun bobot bersihnya yang 167 kg, terlalu berat dibandingkan Duke yang 136 kg. Konsumen tentu berharap tenaga CBR bisa lebih besar dengan adanya perubahan pemetaan ECU.
Honda sebenarnya masih punya fitur lain sebagai nilai tambah, Combi Brake System (CBS) yang bisa dimiliki konsumen sebagai paket tambahan. Selain mulai memasarkan CBR 250R facelift bulan depan, Honda akan menawarkan paket penyetelan ulang ECU itu pada konsumen CBR 250R sebelumnya. Caranya mudah, tinggal menambah sejumlah uang 3.000 Rupe (Rp558.000).
Apakah PT Astra Honda Motor juga mau mengikuti jejak India dengan CBR 250R?!
sumber :
http://otomotif.kompas.com/read/2012/02/28/1083/Honda.CBR.250R.Lebih.Bertenaga.Meluncur.di.India
Delhi, KompasOtomotif - Honda siap meluncurkan CBR 250R versi model minor change atau facelift di India, pekan depan (Maret 2012). Konsumen bisa punya variasi pilihan, baik dari segi tampilan maupun tenaga. Gebrakan ini untuk mengimbangi rival KTM yang baru meluncurkan Duke 200 dengan banderol lebih kompetitif dan kemampuannya hampir setara. Meski dari tampilan sangat beda, Duke bergaya supermoto dan CBR full fairing, tapi Honda tetap waspada.
Untuk tampilan, CBR 250R facelift ditawarkan dengan pilihan warna baru, salah satunya Biru-Putih-Merah. Kualitas plastik yang digunakan telah ditingkatkan. Terakhir, dilakukan pemetaan ulang pada ECU sehingga menghasilkan "settingan" mesin lebih bertenaga, tapi lebih irit. Walau tak disebutkan seberapa besarnya perubahan.
Tapi sebagai informasi, Honda CBR 250R lama bermesin 250 cc satu silinder bertenaga 25,35 PS, sama seperti yang dimiliki Duke 200. Torsi 23 Nm lebih unggul. Namun bobot bersihnya yang 167 kg, terlalu berat dibandingkan Duke yang 136 kg. Konsumen tentu berharap tenaga CBR bisa lebih besar dengan adanya perubahan pemetaan ECU.
Honda sebenarnya masih punya fitur lain sebagai nilai tambah, Combi Brake System (CBS) yang bisa dimiliki konsumen sebagai paket tambahan. Selain mulai memasarkan CBR 250R facelift bulan depan, Honda akan menawarkan paket penyetelan ulang ECU itu pada konsumen CBR 250R sebelumnya. Caranya mudah, tinggal menambah sejumlah uang 3.000 Rupe (Rp558.000).
Apakah PT Astra Honda Motor juga mau mengikuti jejak India dengan CBR 250R?!
sumber :
http://otomotif.kompas.com/read/2012/02/28/1083/Honda.CBR.250R.Lebih.Bertenaga.Meluncur.di.India
Home > Berita Otomotif > Honda NC700S, Naked Bike untuk Berakhir Pekan
Jakarta - Selain Crosstourer, Honda juga mengenalkan motor naked (naked bike) terbaru yakni NC700S pada ajang EICMA Milan Motor Show 2011. Di jantung motor ini tertanam mesin baru 2 silinder 670 cc.
Honda mengklaim mesin ini merupakan mesin yang ringan dan kompak dengan pusat gravitasi yang rendah. Mesin ini bisa mengantarkan torsi bagus pada RPM rendah sampai menengah.
Dengan desainnya itu, motor ini tentu menjadi pilihan yang bagus untuk anda yang gemar melakukan perjalanan jauh dengan menggunakan sepeda motor di akhir pekan.
Seperti yang dilansir situs resmi EICMA, Senin(14/11/2011) Honda NC700S terlihat lebih kokoh dengan menampilkan kesederhanaan namun tetap elegan.
Dan keunikan selanjutnya pun terlihat pada bagian bagasi yang luas di depan motor. Bagasi ini bisa untuk menyimpan helm. Fitur ini mengingatkan kita akan motor-motor keluaran PT Astra Honda Motor seperti Honda Supra Helm In da

Sistem pengereman yang digunakan pada Naked Bike ini adalah sistem ABS. Selanjutnya transmisi dengan kopling ganda bisa diubah menjadi otomatis, dan juga bisa memilih model pengendaraan Drive (D) atau Sport (S) sesuai keinganan pengendara. Warna yang ditawarkan pun cukup variatif seperti Seal Silver Metallic, Pearl Sunbeam White and Graphite Black.
sumber :
http://oto.detik.com/read/2011/11/14/163056/1767138/1208/honda-nc700s-naked-bike-untuk-berakhir-pekan/0
Jakarta - Selain Crosstourer, Honda juga mengenalkan motor naked (naked bike) terbaru yakni NC700S pada ajang EICMA Milan Motor Show 2011. Di jantung motor ini tertanam mesin baru 2 silinder 670 cc.
Honda mengklaim mesin ini merupakan mesin yang ringan dan kompak dengan pusat gravitasi yang rendah. Mesin ini bisa mengantarkan torsi bagus pada RPM rendah sampai menengah.
Dengan desainnya itu, motor ini tentu menjadi pilihan yang bagus untuk anda yang gemar melakukan perjalanan jauh dengan menggunakan sepeda motor di akhir pekan.
Seperti yang dilansir situs resmi EICMA, Senin(14/11/2011) Honda NC700S terlihat lebih kokoh dengan menampilkan kesederhanaan namun tetap elegan.
Dan keunikan selanjutnya pun terlihat pada bagian bagasi yang luas di depan motor. Bagasi ini bisa untuk menyimpan helm. Fitur ini mengingatkan kita akan motor-motor keluaran PT Astra Honda Motor seperti Honda Supra Helm In da
Sistem pengereman yang digunakan pada Naked Bike ini adalah sistem ABS. Selanjutnya transmisi dengan kopling ganda bisa diubah menjadi otomatis, dan juga bisa memilih model pengendaraan Drive (D) atau Sport (S) sesuai keinganan pengendara. Warna yang ditawarkan pun cukup variatif seperti Seal Silver Metallic, Pearl Sunbeam White and Graphite Black.
sumber :
http://oto.detik.com/read/2011/11/14/163056/1767138/1208/honda-nc700s-naked-bike-untuk-berakhir-pekan/0
Home > Berita Otomotif > Kenalkan, Ini Sepeda Motor Masa Depan
TEMPO Interaktif, Jakarta - Chris Malloy, seorang insinyur asal Australia, mengklaim telah membuat prototipe sepeda motor masa depan bernama Hoverbike. Kendaraan terbang ini merupakan perpaduan antara helikopter dan sepeda balap dalam Moto GP.
Laman Cnet, Selasa, 15 Juni 2011, menulis kendaraan canggih ini memiliki kemampuan super. Kecepatannya bisa mencapai 173 mil per jam dengan ketinggian terbang maksimal mencapai 10 ribu kaki. "Hoverbike, ibarat Star War yang menjadi nyata," demikian msnbc.com menulisnya.
Menurut Malloy, kendaraan masa depan ini dibuat sekitar 2,5 tahun di kediamannya. Ia berharap dalam setahun ke depan kendaraan ini bisa dijual di pasaran seharga US$ 40 ribu atau sekitar Rp 350 juta. "Ini waktunya bagi Anda untuk menabung," katanya.
Hoverbiker memiliki ukuran panjang 10 kaki dan lebar 4 kaki. Kendaraan ini terbuat dari bahan fiber dengan berat mencapai 115 kilogram. Meski demikian, Hoverbike hanya cukup dikendarai seorang. Malloy masih merahasiakan teknologi yang digunakan dalam Hoverbike ini.
Sebelumnya, Insinyur Cina Yuhan Zhang mengenalkan desain mobil masa depan yang bisa dikendarai di atas air, es, dan pasir. Prototipe mobil masa depan itu muncul dalam sebuah kompetisi yang disponsori pabrikan mobil Volkswagen dari Jerman. Mobil yang diberi nama “Volkswagen Aqua” ini dapat mencapai kecepatan hampir 100 kilometer per jam.
Dengan desain mirip mobil sport, Volkswagen Aqua dilengkapi empat kipas bertenaga tinggi dan kantong udara sebagai bantalan untuk mengangkatnya dari permukaan tanah. Bagian atapnya berupa kaca panorama ukuran besar. Mobil ini menggunakan bahan bakar hidrogen, sehingga emisi karbonnya nol.
www.tempointeraktif.com
TEMPO Interaktif, Jakarta - Chris Malloy, seorang insinyur asal Australia, mengklaim telah membuat prototipe sepeda motor masa depan bernama Hoverbike. Kendaraan terbang ini merupakan perpaduan antara helikopter dan sepeda balap dalam Moto GP.
Laman Cnet, Selasa, 15 Juni 2011, menulis kendaraan canggih ini memiliki kemampuan super. Kecepatannya bisa mencapai 173 mil per jam dengan ketinggian terbang maksimal mencapai 10 ribu kaki. "Hoverbike, ibarat Star War yang menjadi nyata," demikian msnbc.com menulisnya.
Menurut Malloy, kendaraan masa depan ini dibuat sekitar 2,5 tahun di kediamannya. Ia berharap dalam setahun ke depan kendaraan ini bisa dijual di pasaran seharga US$ 40 ribu atau sekitar Rp 350 juta. "Ini waktunya bagi Anda untuk menabung," katanya.
Hoverbiker memiliki ukuran panjang 10 kaki dan lebar 4 kaki. Kendaraan ini terbuat dari bahan fiber dengan berat mencapai 115 kilogram. Meski demikian, Hoverbike hanya cukup dikendarai seorang. Malloy masih merahasiakan teknologi yang digunakan dalam Hoverbike ini.
Sebelumnya, Insinyur Cina Yuhan Zhang mengenalkan desain mobil masa depan yang bisa dikendarai di atas air, es, dan pasir. Prototipe mobil masa depan itu muncul dalam sebuah kompetisi yang disponsori pabrikan mobil Volkswagen dari Jerman. Mobil yang diberi nama “Volkswagen Aqua” ini dapat mencapai kecepatan hampir 100 kilometer per jam.
Dengan desain mirip mobil sport, Volkswagen Aqua dilengkapi empat kipas bertenaga tinggi dan kantong udara sebagai bantalan untuk mengangkatnya dari permukaan tanah. Bagian atapnya berupa kaca panorama ukuran besar. Mobil ini menggunakan bahan bakar hidrogen, sehingga emisi karbonnya nol.
www.tempointeraktif.com
Home > Berita Otomotif > Wow, Bebek 2 Tak Bisa Tembus Kecepatan 360 Km/Jam
(foto: IST)
PARIS- Kita tentu sudah bisa menebak, seberapa kecepatan maksimal yang bisa dihasilkan sebuah sepeda motor bebek bermesin 50 cc. Tentu saja motor tersebut kecepatannya tidak lebih dari 100 km/jam.
Namun yang dilakukan seorang warga Prancis ini bisa dibilang gila! Bagaimana tidak, sebuah sepeda motor bebek bermesin 50 cc dia buat berlari hingga kecepatan 368 km/jam atau 230 mil/jam.
Bila mengandalkan mesin standar yang dimodifikasi tentu saja tidak mungkin. Makanya pria tersebut memasukkan mesin jet serta blok mesin Chevrolet ke sepeda motor tersebut. Basis motor asli itu dibuat oleh MBK yang dikenal sebagai produsen bebek atau skuter di Eropa.
Saat mengikuti even drag race beberapa waktu lalu, motor itu berhasil mencapai kecepatan maksimal 370 km/jam. Dengan catatan waktu tersebut bukan tidak mungkin motor ini akan menjadi sepeda motor bebek tercepat di dunia.
Uniknya, di bagian belakang disediakan tempat bagi pembonceng agar dapat ikut merasakan sensasi ngebut di atas motor kencang tersebut. Mesin jet dengan body ringan, apa enggak terbang ya?
(uky)
Sumber
http://autos.okezone.com/read/2011/04/11/53/444516/wow-bebek-2-tak-bisa-tembus-kecepatan-360-km-jam
(foto: IST)
PARIS- Kita tentu sudah bisa menebak, seberapa kecepatan maksimal yang bisa dihasilkan sebuah sepeda motor bebek bermesin 50 cc. Tentu saja motor tersebut kecepatannya tidak lebih dari 100 km/jam.
Namun yang dilakukan seorang warga Prancis ini bisa dibilang gila! Bagaimana tidak, sebuah sepeda motor bebek bermesin 50 cc dia buat berlari hingga kecepatan 368 km/jam atau 230 mil/jam.
Bila mengandalkan mesin standar yang dimodifikasi tentu saja tidak mungkin. Makanya pria tersebut memasukkan mesin jet serta blok mesin Chevrolet ke sepeda motor tersebut. Basis motor asli itu dibuat oleh MBK yang dikenal sebagai produsen bebek atau skuter di Eropa.
Saat mengikuti even drag race beberapa waktu lalu, motor itu berhasil mencapai kecepatan maksimal 370 km/jam. Dengan catatan waktu tersebut bukan tidak mungkin motor ini akan menjadi sepeda motor bebek tercepat di dunia.
Uniknya, di bagian belakang disediakan tempat bagi pembonceng agar dapat ikut merasakan sensasi ngebut di atas motor kencang tersebut. Mesin jet dengan body ringan, apa enggak terbang ya?
(uky)
Sumber
http://autos.okezone.com/read/2011/04/11/53/444516/wow-bebek-2-tak-bisa-tembus-kecepatan-360-km-jam
Home > Berita Otomotif > Ducati Multistrada 1200 Meriahkan Pameran
AJANG pameran motor internasional EICMA (Esposizione Internazionale Ciclo e Motociclo e Accesori) 2009 di Milan Italia, dimanfaatkan oleh 'tuan rumah' Ducati untuk menampilkan jagoan baru mereka, Multistrada 1200 model 2010 pada pekan ini.
Multistrada 1200 akan tersedia dalam tiga varian, yaitu 1200, 1200S dan 1200S Touring yang ketiganya mengusung fitur pertama kali digunakan Ducati yaitu rem ABS dan khusus model 1200S dibekali dengan sistem suspensi elektronik Ducati.
Multistrada 1200 menggunakan mesin Superbike Ducati 1.198cc yang disebut Testastretta 11° bertenaga 150hp yang disalurkan pada kopling 'slipper clutch' yang menjadikannya sebagai sepeda motor sports-tourer paling sporti.
Pihak Ducati menjelaskan bahwa Multistrada 1200 memiliki 4 karakter sepeda motor yang dikemas dalam satu paket, yaitu sebagai motor sport, motor turing jarak jauh, motor penjelajah perkotaan dan motor enduro jalan raya.
Pasalnya, berkat 4 mode pengendaraan yang dapat digonta-ganti, Multistrada 1200 memiliki riding feel dan output yang bervariasi untuk menyesuaikan dengan kondisi pengendaraan. Tenaganya dapat diurunkan menjadi 100hp (mode perkotaan) dari total tenaganya yang 150hp.
Basis model Mulistrada 1200 berbobot 189kg, sementara model premium, 1200S dan 1200T keduanya memiliki bobot 192kg. Suspensinya pun memilik perbedaan. Ducati Electronic Suspension System pada 1200S Multistrada 1200 mengandalkan suspensi depan garpu Marzocchi 50mm dan untuk model 1200S telah di-upgrade lewat produk buatan Ohlins.
Selain dilengkapi suspensi elektronik, 1200S juga dilengkapi dengan ABS, kontrol traksi dan setelan mesin yang juga memiliki pengaturan di panel instrumen, sementara khusus untuk 1200S Touring, ditambahkan dengan side pannier (box bagasi samping), penghangat grip gas dan standar tengah. (Cdx)
sumber : mediaoto/MI
AJANG pameran motor internasional EICMA (Esposizione Internazionale Ciclo e Motociclo e Accesori) 2009 di Milan Italia, dimanfaatkan oleh 'tuan rumah' Ducati untuk menampilkan jagoan baru mereka, Multistrada 1200 model 2010 pada pekan ini.
Multistrada 1200 akan tersedia dalam tiga varian, yaitu 1200, 1200S dan 1200S Touring yang ketiganya mengusung fitur pertama kali digunakan Ducati yaitu rem ABS dan khusus model 1200S dibekali dengan sistem suspensi elektronik Ducati.
Multistrada 1200 menggunakan mesin Superbike Ducati 1.198cc yang disebut Testastretta 11° bertenaga 150hp yang disalurkan pada kopling 'slipper clutch' yang menjadikannya sebagai sepeda motor sports-tourer paling sporti.
Pihak Ducati menjelaskan bahwa Multistrada 1200 memiliki 4 karakter sepeda motor yang dikemas dalam satu paket, yaitu sebagai motor sport, motor turing jarak jauh, motor penjelajah perkotaan dan motor enduro jalan raya.
Pasalnya, berkat 4 mode pengendaraan yang dapat digonta-ganti, Multistrada 1200 memiliki riding feel dan output yang bervariasi untuk menyesuaikan dengan kondisi pengendaraan. Tenaganya dapat diurunkan menjadi 100hp (mode perkotaan) dari total tenaganya yang 150hp.
Basis model Mulistrada 1200 berbobot 189kg, sementara model premium, 1200S dan 1200T keduanya memiliki bobot 192kg. Suspensinya pun memilik perbedaan. Ducati Electronic Suspension System pada 1200S Multistrada 1200 mengandalkan suspensi depan garpu Marzocchi 50mm dan untuk model 1200S telah di-upgrade lewat produk buatan Ohlins.
Selain dilengkapi suspensi elektronik, 1200S juga dilengkapi dengan ABS, kontrol traksi dan setelan mesin yang juga memiliki pengaturan di panel instrumen, sementara khusus untuk 1200S Touring, ditambahkan dengan side pannier (box bagasi samping), penghangat grip gas dan standar tengah. (Cdx)
sumber : mediaoto/MI