Home > Modifikasi > Modifikasi Motor 3rd attempt
untuk modifikasi extreem mang...





hak cipta foto milik :
http://dariztdesign.blogspot.com
design modifikasi :
dariztdesign
untuk modifikasi extreem mang...





hak cipta foto milik :
http://dariztdesign.blogspot.com
design modifikasi :
dariztdesign
Home > Modifikasi > Inspirasi Modifikasi Motor Honda CB750 Dengan Desain Brat Style

www.honda-ramayana.co.id
Tidak mudah untuk membuat modifikasi Honda CB750 yang tampak bagus saat ini, bahkan ketika Anda memiliki segudang uang sekalipun. Tapi apa yang dilakukan oleh seorang pria asal Kanada, Mike Salek, ini sepertinya mampu merubah paradigma tersebut. Pasalnya, ia hanya mengeluarkan sedikit kocek untuk tampilan motornya yang Anda lihat pada artikel ini.
Dikutip dari laman Bike Exif beberapa waktu lalu, Mike sebenarnya mulai mengendarai motor pada usia 10 tahun dan mulai merasa bosan dengan dunia roda dua tersebut.
“Setelah beberapa tahun mengendarai motor, saya kemudian memutuskan untuk tidak lagi membeli motor baru yang diproduksi secara massal. Saya kini mulai gemar membeli motor yang ‘berbeda’ dan Honda CB750 selalu ada dalam daftar saya,” ujar Mike.
Setelah memiliki Ducati 999R, Honda RC51, dan Ducati Monster 1000s, Mike kemudian memutuskan untuk memiliki sebuah motor klasik. Kebetulan, Mike juga menyukai konsep desain motor-motor Brat Style dari Jepang. Namun, hingga kini ia masih terkendala dengan anggaran yang biasanya membutuhkan dana yang cukup besar.
Mike sendiri membutuhkan waktu kurang lebih dua tahun untuk menemukan motor Honda CB750 yang pas untuk dimodifikasi. Akhirnya, lewat informasi dari seorang kawan Mike berhasil mendapatkan sebuah Honda CB750 tahun 1975 yang sudah beberapa tahun disimpan dalam sebuah lumbung, tapi masih punya performa yang cukup lumayan.
“Hari pertama ketika saya mendapatkan motor itu, saya langsung mulai memesan komponen-komponen yang dibutuhkan untuk modifikasi. Dan ternyata itu membutuhkan biaya sekitar Rp 26 jutaan. Kemudian saya pikir itu adalah tantangan untuk membuat motor yang sama tapi dengan budget yang minim,” ungkap Mike.
Paham betul apa yang diinginkannya, Mike ingin motor klasiknya itu dapat berdiri/terlihat gagah. Imbasnya ia memangkas ketinggian motornya menjadi lebih pendek dengan ukuran 4.00” x 19” (depan) dan 4.50’ x 18’ (belakang). Sementara lampu dengan ukuran 4”, roda, shock dan triple-nya semua dicat berwarna hitam. Kemudian Mike juga memasangkan rantai berwarna emas sertasebuah CRG bar end mirror.
Ia kemudian membuat desain jok motor sendiri yang disesuaikan dengan rangka bagian belakang motor. Uniknya, Mike tetap membiarkan warna bawaan motor, dan hanya memoles cat sederhana untuk memamerkan patina asli.
“Dari semua motor sport yang saya punya, motor ini lebih menyenangkan dikendarai. Melihatnya saja sudah mampu membuat saya tersenyum,” ujar Mike.
Bagaimana, apa Anda tertarik untuk mencoba memodifikasi motor yang sama?
sumber :
http://www.honda-ramayana.co.id/front/index.php/honda-buzz/reviews/277-inspirasi-modifikasi-motor-honda-cb750-dengan-desain-brat-style
Home > Modifikasi > VW Golf Mk II Tercepat Sejagat

JANGAN anggap remeh VW Golf Mk II yang tergolong sudah sepuh ini. Di tangan tuner Jerman Boba Motoring, VW Golf generasi kedua ini mampu mendekati kehebatan akselerasi mobil balap formula 1.
Untuk mencapai kecepatan 100 km/jam dari kondisi statis, mobil lawas ini mampu melakukannya hanya dalam hitungan waktu 2,3 detik! sementara untuk berakseletrasi dari 0 ke 201 km/jam dapat dilakukannya hanya dalam tempo 6.0 detik!
Sedangkan untuk akselerasi dari 0 ke 251 km/jam cuma butuh 8,27 detik! Dan untuk drag race sepanjang 1/4 mil (402 meter), Volkswagen Golf MK II kreasi terbaru Boba Motoring ini mampu menyelesaikannya dalam hitungan 9.08 detik!
Semua itu berkat tangan dingin para teknisi di Boba Motoring yang mengganti berbagai komponen mesin seperti kruk as yang dibuat dari bahan gelondongan baja utuh, piston-piston dari logam tempa, kepala silinder 16 katup lansiran KR dan connecting rod dari baja.
Mereka juga mengadopsi perangkat turbocharger GTX420R pada mesin 1.8 liternya sehingga tenaganya bisa melonjak ke angka 920 hp dengan menggunakan bahan bakar bio fuel E85. Dan agar tenaganya tersalur sempurna ke permukaan aspal, mereka memasang sistem penggerak All-Wheel-Drive 4Motion.
sumber :
http://www.mediaindonesia.com/mediaoto/index.php/read/2012/05/25/4354/7/VW-Golf-Mk-II-Tercepat-Sejagat
YouTube
JANGAN anggap remeh VW Golf Mk II yang tergolong sudah sepuh ini. Di tangan tuner Jerman Boba Motoring, VW Golf generasi kedua ini mampu mendekati kehebatan akselerasi mobil balap formula 1.
Untuk mencapai kecepatan 100 km/jam dari kondisi statis, mobil lawas ini mampu melakukannya hanya dalam hitungan waktu 2,3 detik! sementara untuk berakseletrasi dari 0 ke 201 km/jam dapat dilakukannya hanya dalam tempo 6.0 detik!
Sedangkan untuk akselerasi dari 0 ke 251 km/jam cuma butuh 8,27 detik! Dan untuk drag race sepanjang 1/4 mil (402 meter), Volkswagen Golf MK II kreasi terbaru Boba Motoring ini mampu menyelesaikannya dalam hitungan 9.08 detik!
Semua itu berkat tangan dingin para teknisi di Boba Motoring yang mengganti berbagai komponen mesin seperti kruk as yang dibuat dari bahan gelondongan baja utuh, piston-piston dari logam tempa, kepala silinder 16 katup lansiran KR dan connecting rod dari baja.
Mereka juga mengadopsi perangkat turbocharger GTX420R pada mesin 1.8 liternya sehingga tenaganya bisa melonjak ke angka 920 hp dengan menggunakan bahan bakar bio fuel E85. Dan agar tenaganya tersalur sempurna ke permukaan aspal, mereka memasang sistem penggerak All-Wheel-Drive 4Motion.
sumber :
http://www.mediaindonesia.com/mediaoto/index.php/read/2012/05/25/4354/7/VW-Golf-Mk-II-Tercepat-Sejagat
Home > Modifikasi > BMW Tampilkan Paket Aksesori di Frankfurt

BMW akan melakukan debut Seri 1 edisi 2012 secara resmi di Frankfurt Motor Show 2011, dan BMW akan mengambil kesempatan untuk menampilkan sederet aksesoris baru untuk melengkapi portfolio BMW Performance mereka.
Deretan aksesori tersebut ditampilkan dalam bentuk konsep, termasuk bodykit, velek berbahan ringan berukuran 19 inci, rumah spion terbuat dari serat karbon, diffuser yang terintegrasi dengan bemper belakang, ujung knalpot cantik dan strip racing di sepanjang kendaraan.
Selain itu terdapat pula aksesori BMW Performance untuk bagian interiornya seperti pelapis interior berwarna kuning, karpet khusus dan pelapis kulit. Sayangnya tidak disebutkan apakah paket performa ini merambah juga pada bagian sasis maupun mesin.
Selain paket performa untuk Seri 1, BMW juga mencuri kesempatan untuk menghadirkan paket BMW Performance khusus untuk BMW X6 M seperti strip bergaya CSL, aero kit serat karbon, gril hitam pekat, velek berbahan ringan 21 inci dan pelapis kulit serta alcantara untuk bagian kabin. (OL-07)
sumber :
Mediaoto/MI
BMW akan melakukan debut Seri 1 edisi 2012 secara resmi di Frankfurt Motor Show 2011, dan BMW akan mengambil kesempatan untuk menampilkan sederet aksesoris baru untuk melengkapi portfolio BMW Performance mereka.
Deretan aksesori tersebut ditampilkan dalam bentuk konsep, termasuk bodykit, velek berbahan ringan berukuran 19 inci, rumah spion terbuat dari serat karbon, diffuser yang terintegrasi dengan bemper belakang, ujung knalpot cantik dan strip racing di sepanjang kendaraan.
Selain itu terdapat pula aksesori BMW Performance untuk bagian interiornya seperti pelapis interior berwarna kuning, karpet khusus dan pelapis kulit. Sayangnya tidak disebutkan apakah paket performa ini merambah juga pada bagian sasis maupun mesin.
Selain paket performa untuk Seri 1, BMW juga mencuri kesempatan untuk menghadirkan paket BMW Performance khusus untuk BMW X6 M seperti strip bergaya CSL, aero kit serat karbon, gril hitam pekat, velek berbahan ringan 21 inci dan pelapis kulit serta alcantara untuk bagian kabin. (OL-07)
sumber :
Mediaoto/MI
Home > Modifikasi > Jika Land Rover Defender Dibikin Mewah

LAND-ROVER Defender sejatinya mobil tugas berat. Tampilan dan kelengkapannya sengaja dibuat serba sederhana namun fungsional. Namun ada juga yang berharap kendaraan ini dilengkapi beragam kenyamanan seperti saudara kandungnya Range-Rover.
Untuk mereka yang mengharapkan seperti itu, Vilner hadir memenuhi tuntutan tersebut. Modifikator asal Bulgaria ini memang jagonya 'mengutak-atik' interior mobil apa saja. Mulai smart fortwo, Toyota iQ hingga Jeep Grand Cherokee SRT8 dan Infiniti FX37.
Mereka kini menuangkan ide baru kreasinya pada Land Rover Defender yang menjadikan kendaraan medan kasar ini nampak berbeda seperti yang terlihat pada gambar. (OL-07)
sumber :
mediaoto/MI
LAND-ROVER Defender sejatinya mobil tugas berat. Tampilan dan kelengkapannya sengaja dibuat serba sederhana namun fungsional. Namun ada juga yang berharap kendaraan ini dilengkapi beragam kenyamanan seperti saudara kandungnya Range-Rover.
Untuk mereka yang mengharapkan seperti itu, Vilner hadir memenuhi tuntutan tersebut. Modifikator asal Bulgaria ini memang jagonya 'mengutak-atik' interior mobil apa saja. Mulai smart fortwo, Toyota iQ hingga Jeep Grand Cherokee SRT8 dan Infiniti FX37.
Mereka kini menuangkan ide baru kreasinya pada Land Rover Defender yang menjadikan kendaraan medan kasar ini nampak berbeda seperti yang terlihat pada gambar. (OL-07)
sumber :
mediaoto/MI
Home > Modifikasi > Jaguar XJ Convertible Kreasi NCE

SATU lagi kreasi yang disajikan oleh Newport Convertible Engineering (NCE), perusahaan yang berkedudukan di California AS yaitu sebuah Jaguar XJ yang tidak pernah sebelumnya terlihat di jalan-jalan.
Pasalnya sedan ini telah disulap oleh NCE menjadi sosok Convertible. NCE memang dikenal sebagai perusahaan yang lihai dalam urusan pangkas memangkas atap kendaraan. Mulai dari Toyota Prius Hybrid hingga SUV mewah Range Rover.
Tidak mudah mengubah kendaraan beratap penuh menjadi sebuah kendaraan convertible karena perlu ada sentuhan-sentuhan khusus agar struktur kendaraan tetap kukuh menopang bobot dan tidak mengorbankan handling-nya. (OL-07)
sumber :
Mediaoto/MI
SATU lagi kreasi yang disajikan oleh Newport Convertible Engineering (NCE), perusahaan yang berkedudukan di California AS yaitu sebuah Jaguar XJ yang tidak pernah sebelumnya terlihat di jalan-jalan.
Pasalnya sedan ini telah disulap oleh NCE menjadi sosok Convertible. NCE memang dikenal sebagai perusahaan yang lihai dalam urusan pangkas memangkas atap kendaraan. Mulai dari Toyota Prius Hybrid hingga SUV mewah Range Rover.
Tidak mudah mengubah kendaraan beratap penuh menjadi sebuah kendaraan convertible karena perlu ada sentuhan-sentuhan khusus agar struktur kendaraan tetap kukuh menopang bobot dan tidak mengorbankan handling-nya. (OL-07)
sumber :
Mediaoto/MI
Home > Modifikasi > Brabus E V12, Cabriolet Tercepat di Dunia

TUNER legendaris spesialis Mercedes-Benz kembali membuktikan kepiawaiannya. Kali ini Brabus menuangkan kreasinya pada E-Class Cabiolet, dengan menambah turbocharger kembar yang membuat kendaraan itu sebagai cabriolet empat penumpang tercepat di dunia.
Kendaraan ini menggunakan mesin V12 yang diambil dari S600. Setelah mengalami penyempurnaan, mesin ini menghasilkan daya 788 hp dengan torsi 1.419 Nm. Bahkan kekuatan torsi ini terpaksa harus dibatasi agar bisa ditangani transmisi otomatis 5-speed.
Dengan limited slip differential diseting pada angka penguncian di 40%, kendaran ini sanggup melesat ke 100 km/jam hanya dalam tempo 3,7 detik, menjangkau 200 km/jam dalam 9,9 detik dan mampu berlari hingga menembus angka 371 km/jam.
Mesin tiga katup per silinder milik S600 ini telah mengalami sentuhan di hampir semua aspek. Dengan langkah engkol crankshaft lebih panjang dan pembesaran pada piston, membuat kapasitas mesin standar 5.5 liter ini meningkat menjadi 6.3 liter.
Modifikasi lain di bagian dalam mesin merambah pada optimisasi pada kepala silinder untuk mengimbangi aliran campuran bahan bakar dan udara yang dihasilkan oleh kinerja camshaft sport yang berkarakter cepat.
Sentuhan lainnya ada di bagian exhaust manifold lewat pemasangan twin-turbocharger, empat intercooler model water to air, high-flow intake dengan carbon fiber air ram dan sport exhaust dari bahan stainless steel. Semuanya dimonitor oleh ECU yang diprogram ulang.
Fender serat karbon di bagian belakang menjadikan kendaraan ini bertambah lebar 2,4 inci yang memungkinkan velek selebar 10 inci bisa masuk dengan leluasa berikut dengan ban berdimensi 295/30 ZR 19.
Di balik roda itu bercokol rem high-performance menggunakan cakram beralur dan berventilasi yang dijepit 12 kaliper piston aluminium di roda depan dan 6 unit piston di roda belakang, untuk menjamin kendaraan berhenti dengan sempurna.
Seperti umumnya kreasi Brabus, modifikasi E-Class Cabriolet ini juga menyertakan berbagai unsur kemewahan di bagian interior seperti material kulit dan serat karbon. Brabus E V12 dibuat berdasarkan pesanan dengan harga mulai 478 ribu Euro (Rp5.750 miliar lebih). (OL-07)
mediaoto/MI
TUNER legendaris spesialis Mercedes-Benz kembali membuktikan kepiawaiannya. Kali ini Brabus menuangkan kreasinya pada E-Class Cabiolet, dengan menambah turbocharger kembar yang membuat kendaraan itu sebagai cabriolet empat penumpang tercepat di dunia.
Kendaraan ini menggunakan mesin V12 yang diambil dari S600. Setelah mengalami penyempurnaan, mesin ini menghasilkan daya 788 hp dengan torsi 1.419 Nm. Bahkan kekuatan torsi ini terpaksa harus dibatasi agar bisa ditangani transmisi otomatis 5-speed.
Dengan limited slip differential diseting pada angka penguncian di 40%, kendaran ini sanggup melesat ke 100 km/jam hanya dalam tempo 3,7 detik, menjangkau 200 km/jam dalam 9,9 detik dan mampu berlari hingga menembus angka 371 km/jam.
Mesin tiga katup per silinder milik S600 ini telah mengalami sentuhan di hampir semua aspek. Dengan langkah engkol crankshaft lebih panjang dan pembesaran pada piston, membuat kapasitas mesin standar 5.5 liter ini meningkat menjadi 6.3 liter.
Modifikasi lain di bagian dalam mesin merambah pada optimisasi pada kepala silinder untuk mengimbangi aliran campuran bahan bakar dan udara yang dihasilkan oleh kinerja camshaft sport yang berkarakter cepat.
Sentuhan lainnya ada di bagian exhaust manifold lewat pemasangan twin-turbocharger, empat intercooler model water to air, high-flow intake dengan carbon fiber air ram dan sport exhaust dari bahan stainless steel. Semuanya dimonitor oleh ECU yang diprogram ulang.
Fender serat karbon di bagian belakang menjadikan kendaraan ini bertambah lebar 2,4 inci yang memungkinkan velek selebar 10 inci bisa masuk dengan leluasa berikut dengan ban berdimensi 295/30 ZR 19.
Di balik roda itu bercokol rem high-performance menggunakan cakram beralur dan berventilasi yang dijepit 12 kaliper piston aluminium di roda depan dan 6 unit piston di roda belakang, untuk menjamin kendaraan berhenti dengan sempurna.
Seperti umumnya kreasi Brabus, modifikasi E-Class Cabriolet ini juga menyertakan berbagai unsur kemewahan di bagian interior seperti material kulit dan serat karbon. Brabus E V12 dibuat berdasarkan pesanan dengan harga mulai 478 ribu Euro (Rp5.750 miliar lebih). (OL-07)
mediaoto/MI
Home > Modifikasi > Tambah Aksesori Nissan Juke Kian Aksi

DESAIN Nissan Juke memang berbeda. Untuk sebagian orang desain ini kelihatan futuristis, namun sebagian lagi ada yang belum bisa menerima bentuk yang disajikan oleh produsen mobil Jepang yang dianggap 'aneh' tersebut.
Bagi Anda yang kurang menyukai bentuk Nissan Juke yang aneh, coba dulu perhatikan gambar yang satu ini ketika si Juke didandani dengan berbagai body kit kreasi Tuner Impul. Impul sendiri adalah rumah modifikasi khusus yang menangani produk-produk Nissan.
Di belakang Impul, terdapat nama Kazuyoshi Hoshino, pria yang bertanggung jawab terhadap performa mobil balap Nissan Calsonic yang sangat dikenal oleh para pecinta dunia balap Gran Turismo di seluruh dunia.
Coba simak dengan baik bentuk sayapnya yang menjulang ekstrem. Sentuhan ulang pada bagian gril depan membuat tampilannya lebih seperti Hyundai ketimbang Nissan. Ketinggian suspensinya sengaja dipangkas dengan tujuan meningkatkan gaya tekan alias downforce.
Ban standar Juke yang awalnya berukuran lebar 215 mm dengan diameter ring 17 inci digusur dan digantikan dengan ban berdimensi 245/40 R19 yang membuat tampilan kaki-kaki Juke kelihatan kekar dan lebih oke.
Sebenarnya Impul juga menyiapkan paket pendongkrak kemampuan mesin, namun sepertinya, perangkat tersebut belum perlu untuk dibahas. Pasalnya, tulisan ini didedikasikan bagi para calon konsumen yang berminat serius mengurangi tampilan 'aneh' Nissan Juke, sekaligus memberikan inspirasi bagi para pecinta modifikasi yang ingin tampil berbeda. Keren kan? (OL-07)
mediaoto/MI
DESAIN Nissan Juke memang berbeda. Untuk sebagian orang desain ini kelihatan futuristis, namun sebagian lagi ada yang belum bisa menerima bentuk yang disajikan oleh produsen mobil Jepang yang dianggap 'aneh' tersebut.
Bagi Anda yang kurang menyukai bentuk Nissan Juke yang aneh, coba dulu perhatikan gambar yang satu ini ketika si Juke didandani dengan berbagai body kit kreasi Tuner Impul. Impul sendiri adalah rumah modifikasi khusus yang menangani produk-produk Nissan.
Di belakang Impul, terdapat nama Kazuyoshi Hoshino, pria yang bertanggung jawab terhadap performa mobil balap Nissan Calsonic yang sangat dikenal oleh para pecinta dunia balap Gran Turismo di seluruh dunia.
Coba simak dengan baik bentuk sayapnya yang menjulang ekstrem. Sentuhan ulang pada bagian gril depan membuat tampilannya lebih seperti Hyundai ketimbang Nissan. Ketinggian suspensinya sengaja dipangkas dengan tujuan meningkatkan gaya tekan alias downforce.
Ban standar Juke yang awalnya berukuran lebar 215 mm dengan diameter ring 17 inci digusur dan digantikan dengan ban berdimensi 245/40 R19 yang membuat tampilan kaki-kaki Juke kelihatan kekar dan lebih oke.
Sebenarnya Impul juga menyiapkan paket pendongkrak kemampuan mesin, namun sepertinya, perangkat tersebut belum perlu untuk dibahas. Pasalnya, tulisan ini didedikasikan bagi para calon konsumen yang berminat serius mengurangi tampilan 'aneh' Nissan Juke, sekaligus memberikan inspirasi bagi para pecinta modifikasi yang ingin tampil berbeda. Keren kan? (OL-07)
mediaoto/MI
Home > Modifikasi > Honda 1971 CB450 "Bonita Applebum"

Suddenly, Bonita found herself lost and alone in a scary but very well-lit cave
Here's another bike from one of the new friends we made at the Deus Build-off. Please meet the very lovely Bonita Applebum and her old man, Pepe Luque.
Can you tell us a little about yourself?
I was born in Bolivia and migrated to Australia at the age of 2. I grew up in the western suburbs of Sydney in a family of 7 in a small housing commission home (aka 'housos' to us westies). As you could imagine, I spent most of my time on the streets getting away from a cramped up houso, where we were fighting over every little thing. Meanwhile, I had taken up skateboarding which till this day I still do and love. The rest of the time was spent modifying cars in my mother’s backyard, poor Mum! These mods were basically pulling out the piston motor and dropping in a rotary. Some of the cars were Gemini's 12a and 12a turbo, Datsun 1000 coupe 12a, 13b turbo, and a Ford Anglia (Harry Potter's car) 12a and so on... In the meantime, while skating, I managed to pick up a few sponsors and a few speeding fines! I eventually moved out of the western 'burbs and I am currently working for a large private hospital on Sydney's North Shore as the Operating Theatre Prosthetic Inventory Co-ordinator. Still skating biatches! I also love snowboarding, wakeskating, PS3 and anything to do with Apple Inc. I love building things and Bonita Applebum is my first ever bike build.
Take us through the build of the bike.
Bonita Applebum began life as a 1971 Honda CB450, which I bought on eBay. It had a broken top triple tree and it was also unregistered. I searched everywhere for a replacement and was unable to find one, until a friend suggested I contact Jay from Sydney Motorcycle Wreckers. I was fortunate enough that he had one, but it came with a price, I had to buy a beaten up, rusted, old ass rolling chassis with it. I was content on riding Bonita stock standard until I witnessed my first ever nostalgic race class at Eastern Creek, and from that day on I fell in love with Cafe Racers and that era of bikes.


I had no intention of building a serious contender in the Cafe world. This build took place on the lounge room floor in my small apartment; I was very fortunate that I had an understanding flatmate at the time. The majority of the parts were gathered from eBay, and the transformation started. As I took parts off the bike I bought on eBay, I cleaned, painted and spit polished them before I installed them onto the newly sand blasted and powder coated frame I got from Jay. I thought it would be easier to take parts off from one bike and put them back on the other, considering I had no experience in building motorcycles.
I'm considerably happy with the final outcome, besides some minor fine-tuning. For example upsizing the main jets to compensate for the airflow in and out of the motor and replacing the Pirelli tyres for some Firestones is on the agenda also.
Polishing - so addictive
Did you sketch, Photoshop, or just go with the flow while building?
There was basically no detailed pre planning with the build, but I did have a picture of a bike that inspired me that BCR built, that was the CB450 Armadillo. The colour scheme chosen for the bike is timeless. The handgrips and seat colour was suggested by my flatmate, it turned out better than I could imagine.
You entered the bike in the Deus Bike Build-off. How was it?
Since I had never built a bike before I was a little freaked out in entering the bike in the Deus Enthusiast Biker Build-off. It was nerve racking and a lot of fun at the same time. The atmosphere Deus created helped with my nerves and by lunchtime I had made some new friends and met some interesting people. One of them I consider to be the Godfather of the old Hondas, who I speak to occasionally and he has a lot of Honda wisdom (Sensei). It was extremely flattering receiving so many positive comments from spectators. What I also found out on the day was that Tony (who did the pinstripe demo at the Deus show) was the original Bonita owner. He swapped it with Glenn, the guy I bought the bike off on eBay, I discovered it's a small world!
Judging by the faces and comments from the judges it seemed and sounded like they really appreciated Bonita Applebum. The only thing that went wrong on the day was when the bike was being judged and the throttle cable snapped when the judges asked me to give it some stick (who's cable snaps just on judgement time?) I only wished someone had taken a picture of my face at the time of the throttle snapping, it would have been priceless.


How have the mods you've made changed the way the bike rides?
Considering I had not ridden the bike before the mods, they have not affected my ride, as I don't know what the ride should be like! I have had a lot of negative feedback about the travel height between the rear tyre and the rear cowl. After riding the bike for the first time on the road recently, I had no issue with the travel height; no scrubbing or rubbing.
Any lessons you've learnt from the build?
I did tackle this bike aesthetically first before considering every other aspect. I now know for future builds that getting it up and running comes first, then tear it down, then pretty everything up and put it back together. Also, do not neglect Call of Duty as I once reined supreme and now I have a lot of catching up to do. Muff-Diver is my PSN username if anyone wants to add me and please add Pipeburn when requesting.
If money was no object, what would be your ultimate Honda? Do you have any other non-Honda favourites?
I don't know much about Honda bikes, so I can't really comment on which would be my ultimate Honda. Wait a minute, a friend from work owns a CBR1000RR and that looks pretty nice, so I guess that would be the weapon of choice. My all time favourite bike would be The Falcon Bullet. If Earl Hickey can own one, so can I.
Loving the subdued colours with the tan highlights
What bikes have you owned before?
Previous bike owned before would be a GSR RR, which is a pocket bike with a Bizeta 50cc motor in it. This thing threw my brother-in-law off in a matter of 2 seconds, he ain't your ordinary size guy! He is quite large which surprised me when it threw him off. Mind you, he was only wearing thongs (flip flops) shorts and a t-shirt. Poor bastard had gravel rash for the rest of his holiday. (Personally, I'd much prefer photos of that over the cable snap face - Andrew.)
You mentioned you are colour blind. How did that impact the bike build?
The main section I really struggled with was the wiring of the bike. As you could imagine, being colour blind did not help with the colours of the wires. I was very fortunate that my girl and my brother’s wife helped with labelling the wires. For instance, yellow with a white trace, I labelled FLB (front left blinker) and so on. It took me by surprise that I nailed the wiring on first go.
You're a keen skateboarder. Any similarities between the skating world and custom bikes?
The biggest similarity I see between the skateboard world and the bike world is the phrase "Go Hard or go Home"!
Pepe reprimands Bonita for wandering off
PS. Are you in Sydney? Do you have a bike that you think tops Bonita? Why not contact us and see if we can't get it shot in the Pipeburn Garage of Photographic Super Excellence? Do it; do it now.
Sumber :
http://www.pipeburn.com/home/2011/1/4/honda-1971-cb450-bonita-applebum.html
Suddenly, Bonita found herself lost and alone in a scary but very well-lit cave
Here's another bike from one of the new friends we made at the Deus Build-off. Please meet the very lovely Bonita Applebum and her old man, Pepe Luque.
Can you tell us a little about yourself?
I was born in Bolivia and migrated to Australia at the age of 2. I grew up in the western suburbs of Sydney in a family of 7 in a small housing commission home (aka 'housos' to us westies). As you could imagine, I spent most of my time on the streets getting away from a cramped up houso, where we were fighting over every little thing. Meanwhile, I had taken up skateboarding which till this day I still do and love. The rest of the time was spent modifying cars in my mother’s backyard, poor Mum! These mods were basically pulling out the piston motor and dropping in a rotary. Some of the cars were Gemini's 12a and 12a turbo, Datsun 1000 coupe 12a, 13b turbo, and a Ford Anglia (Harry Potter's car) 12a and so on... In the meantime, while skating, I managed to pick up a few sponsors and a few speeding fines! I eventually moved out of the western 'burbs and I am currently working for a large private hospital on Sydney's North Shore as the Operating Theatre Prosthetic Inventory Co-ordinator. Still skating biatches! I also love snowboarding, wakeskating, PS3 and anything to do with Apple Inc. I love building things and Bonita Applebum is my first ever bike build.
Take us through the build of the bike.
Bonita Applebum began life as a 1971 Honda CB450, which I bought on eBay. It had a broken top triple tree and it was also unregistered. I searched everywhere for a replacement and was unable to find one, until a friend suggested I contact Jay from Sydney Motorcycle Wreckers. I was fortunate enough that he had one, but it came with a price, I had to buy a beaten up, rusted, old ass rolling chassis with it. I was content on riding Bonita stock standard until I witnessed my first ever nostalgic race class at Eastern Creek, and from that day on I fell in love with Cafe Racers and that era of bikes.
I had no intention of building a serious contender in the Cafe world. This build took place on the lounge room floor in my small apartment; I was very fortunate that I had an understanding flatmate at the time. The majority of the parts were gathered from eBay, and the transformation started. As I took parts off the bike I bought on eBay, I cleaned, painted and spit polished them before I installed them onto the newly sand blasted and powder coated frame I got from Jay. I thought it would be easier to take parts off from one bike and put them back on the other, considering I had no experience in building motorcycles.
I'm considerably happy with the final outcome, besides some minor fine-tuning. For example upsizing the main jets to compensate for the airflow in and out of the motor and replacing the Pirelli tyres for some Firestones is on the agenda also.
Polishing - so addictive
Did you sketch, Photoshop, or just go with the flow while building?
There was basically no detailed pre planning with the build, but I did have a picture of a bike that inspired me that BCR built, that was the CB450 Armadillo. The colour scheme chosen for the bike is timeless. The handgrips and seat colour was suggested by my flatmate, it turned out better than I could imagine.
You entered the bike in the Deus Bike Build-off. How was it?
Since I had never built a bike before I was a little freaked out in entering the bike in the Deus Enthusiast Biker Build-off. It was nerve racking and a lot of fun at the same time. The atmosphere Deus created helped with my nerves and by lunchtime I had made some new friends and met some interesting people. One of them I consider to be the Godfather of the old Hondas, who I speak to occasionally and he has a lot of Honda wisdom (Sensei). It was extremely flattering receiving so many positive comments from spectators. What I also found out on the day was that Tony (who did the pinstripe demo at the Deus show) was the original Bonita owner. He swapped it with Glenn, the guy I bought the bike off on eBay, I discovered it's a small world!
Judging by the faces and comments from the judges it seemed and sounded like they really appreciated Bonita Applebum. The only thing that went wrong on the day was when the bike was being judged and the throttle cable snapped when the judges asked me to give it some stick (who's cable snaps just on judgement time?) I only wished someone had taken a picture of my face at the time of the throttle snapping, it would have been priceless.
How have the mods you've made changed the way the bike rides?
Considering I had not ridden the bike before the mods, they have not affected my ride, as I don't know what the ride should be like! I have had a lot of negative feedback about the travel height between the rear tyre and the rear cowl. After riding the bike for the first time on the road recently, I had no issue with the travel height; no scrubbing or rubbing.
Any lessons you've learnt from the build?
I did tackle this bike aesthetically first before considering every other aspect. I now know for future builds that getting it up and running comes first, then tear it down, then pretty everything up and put it back together. Also, do not neglect Call of Duty as I once reined supreme and now I have a lot of catching up to do. Muff-Diver is my PSN username if anyone wants to add me and please add Pipeburn when requesting.
If money was no object, what would be your ultimate Honda? Do you have any other non-Honda favourites?
I don't know much about Honda bikes, so I can't really comment on which would be my ultimate Honda. Wait a minute, a friend from work owns a CBR1000RR and that looks pretty nice, so I guess that would be the weapon of choice. My all time favourite bike would be The Falcon Bullet. If Earl Hickey can own one, so can I.
Loving the subdued colours with the tan highlights
What bikes have you owned before?
Previous bike owned before would be a GSR RR, which is a pocket bike with a Bizeta 50cc motor in it. This thing threw my brother-in-law off in a matter of 2 seconds, he ain't your ordinary size guy! He is quite large which surprised me when it threw him off. Mind you, he was only wearing thongs (flip flops) shorts and a t-shirt. Poor bastard had gravel rash for the rest of his holiday. (Personally, I'd much prefer photos of that over the cable snap face - Andrew.)
You mentioned you are colour blind. How did that impact the bike build?
The main section I really struggled with was the wiring of the bike. As you could imagine, being colour blind did not help with the colours of the wires. I was very fortunate that my girl and my brother’s wife helped with labelling the wires. For instance, yellow with a white trace, I labelled FLB (front left blinker) and so on. It took me by surprise that I nailed the wiring on first go.
You're a keen skateboarder. Any similarities between the skating world and custom bikes?
The biggest similarity I see between the skateboard world and the bike world is the phrase "Go Hard or go Home"!
Pepe reprimands Bonita for wandering off
PS. Are you in Sydney? Do you have a bike that you think tops Bonita? Why not contact us and see if we can't get it shot in the Pipeburn Garage of Photographic Super Excellence? Do it; do it now.
Sumber :
http://www.pipeburn.com/home/2011/1/4/honda-1971-cb450-bonita-applebum.html
Home > Modifikasi > Jika Tuner Adu Gila Dongkrak Tenaga

Hamann GmbH
JIKA Mercedes-Benz G55 AMG dirasa kurang cukup, ada paket gendheng yang ditawarkan oleh Hamann untuk mendongkrak kemampuan G55 dari 469hp dan torsi 700Nm menjadi seperti supercar dengan 600hp dan limpahan torsi sebesar 782Nm.
Paket pendongkrak performa Hamann HM600 yang diberi nama 'Typhoon' ini terdiri dari sejumlah komponen high performance. Diantaranya perangkat Electronic Control Unit (ECU) baru yang telah mengalami ubahan seting, satu set sabuk puli, dan ubahan transmisi dengan sistem pendingin pelumas yang terpisah.
Alhasil Mercedes-Benz G55 AMG Hamann ini mampu berakselerasi 0-100km/jam hanya dalam hitungan 5,1 detik dengan kemampuan berlari hingga menembus angka 260km/jam. Â

Mendukung kemampuannya, Hamann juga melengkapi paket dengan velek ringan berukuran 24 inci plus ban Yokohama, komponen rem dan spoiler di bagian atap. Sementara bagian dalamnya tersedia pendongkrak tampilan berupa roda kemudi Hamann, pedal-pedal aluminium, ornamen sebanyak 24 piece terbuat dari serat karbon juga doorsil stainless.
Jika semua itu membuat Anda berfikir Hamann sudah gila...nanti dulu. Pasalnya tuner Jerman spesialis Mercedes lain yaitu Brabus yang menawarkan paket pendongkrak tenaga Mercedes-Benz G55 AMG hingga mampu menghasilkan tenaga lebih dari 700hp.
Pertanyaannya, kira-kira untuk keperluan apa ya? (Cdx)
sumber : mediaoto/MI
Hamann GmbH
JIKA Mercedes-Benz G55 AMG dirasa kurang cukup, ada paket gendheng yang ditawarkan oleh Hamann untuk mendongkrak kemampuan G55 dari 469hp dan torsi 700Nm menjadi seperti supercar dengan 600hp dan limpahan torsi sebesar 782Nm.
Paket pendongkrak performa Hamann HM600 yang diberi nama 'Typhoon' ini terdiri dari sejumlah komponen high performance. Diantaranya perangkat Electronic Control Unit (ECU) baru yang telah mengalami ubahan seting, satu set sabuk puli, dan ubahan transmisi dengan sistem pendingin pelumas yang terpisah.
Alhasil Mercedes-Benz G55 AMG Hamann ini mampu berakselerasi 0-100km/jam hanya dalam hitungan 5,1 detik dengan kemampuan berlari hingga menembus angka 260km/jam. Â
Mendukung kemampuannya, Hamann juga melengkapi paket dengan velek ringan berukuran 24 inci plus ban Yokohama, komponen rem dan spoiler di bagian atap. Sementara bagian dalamnya tersedia pendongkrak tampilan berupa roda kemudi Hamann, pedal-pedal aluminium, ornamen sebanyak 24 piece terbuat dari serat karbon juga doorsil stainless.
Jika semua itu membuat Anda berfikir Hamann sudah gila...nanti dulu. Pasalnya tuner Jerman spesialis Mercedes lain yaitu Brabus yang menawarkan paket pendongkrak tenaga Mercedes-Benz G55 AMG hingga mampu menghasilkan tenaga lebih dari 700hp.
Pertanyaannya, kira-kira untuk keperluan apa ya? (Cdx)
sumber : mediaoto/MI
Home > Modifikasi > Modif Aksi untuk Promosi

airforce.com
KETIKA Indonesia tak lepas dari masalah kekurangan dana untuk alutsista (Alat Utama Sistem Senjata), angkatan udara Amerika Serikat (USAF/US Air Force) yang ekonomi negaranya tengah terpuruk demikian parah, masih sempat membuat proyek aneh dengan alasan menghabiskan dana sisa pajak dolar. Mereka menyodorkan desain dan konstruksi dua mobil full custom berteknologi angkatan udara.

Sepasang mobil custom itu dikembangkan sebagai bagian dari the division's 2009 Supercar Tour program, semacam program tur promosi atau road show bagi angkatan udara negara Barack Obama tersebut.
Sudah menjadi rahasia umum bahwa militer AS memiliki masalah perekrutan dalam beberapa tahun terakhir. Akibatnya, mereka dipaksa mempertajam kemampuan diplomasi agar lebih persuasif bagaimana menarik minat masyarakat untuk masuk menjadi tentara.

Untuk merealisasikan program ini angkatan udara AS menyewa California's Auto Sports, rumah modifikasi yang biasa melayani keinginan aneh para pelanggan. Tidak tanggung-tanggung mereka mengambil basis musclecar Ford Mustang dan Dodge Challenger untuk diubah menjadi sepasang supercar serius.
Setelah misi selesai, Ford diberi julukan 'X-1' Mustang dan si Dodge diberi julukan 'Vapor' Challenger. Dari luar, sepitas keduanya nampak mirip berkat pengaplikasian pintu model gunting, trim serat karbon, dan desain roda yang eye-catching. Begitu masuk ke dalam interiornya, aroma 'angkatan udara' menjadi begitu jelas tercium.

Pada X-1 (Mustang) diwakili oleh interior bergaya kokpit jet, jok dengan alat pelontar dan panel instrumen yang desainnya dipengaruhi oleh panel instrumen jet tempur. Modifikasi pada si Vapor (Challenger) menggunakan gaya two-seater dengan bonus sebuah roda kemudi tambahan buat penumpang ala co-pilot, sementara bagian exhaust system menganut gaya 'stealth mode'.
Fitur lainnya adalah velek serat karbon, cat anti radar, sensor jarak dan sebuah kamera yang sanggup memonitor sekeliling kendaraan dalam jangkauan penuh 360 derajat yang sanggup mengawasi keadaan dalam jangkauan 1/4 mil (402 meter).

The 2009 Super Car Tour diutamakan akan mengunjungi sekolah-sekolah tinggi dan berbagai rekanan yang mensponsori kegiatan angkatan udara ini seperti majalah DUB magazine auto show, Hot Import Nights, Battle of the Imports, Formula Drift, juga organisasi International Hot Rod Association (IHRA) serta masyarakat sekitar kegiatan ini.
Ayo siapa yang mau jadi tentara...Tinggal pilih... Jadi pilot... Ngebom musuh... Siapa lagi siapa lagi...(Cdx)
sumber : mediaoto/MI
airforce.com
KETIKA Indonesia tak lepas dari masalah kekurangan dana untuk alutsista (Alat Utama Sistem Senjata), angkatan udara Amerika Serikat (USAF/US Air Force) yang ekonomi negaranya tengah terpuruk demikian parah, masih sempat membuat proyek aneh dengan alasan menghabiskan dana sisa pajak dolar. Mereka menyodorkan desain dan konstruksi dua mobil full custom berteknologi angkatan udara.
Sepasang mobil custom itu dikembangkan sebagai bagian dari the division's 2009 Supercar Tour program, semacam program tur promosi atau road show bagi angkatan udara negara Barack Obama tersebut.
Sudah menjadi rahasia umum bahwa militer AS memiliki masalah perekrutan dalam beberapa tahun terakhir. Akibatnya, mereka dipaksa mempertajam kemampuan diplomasi agar lebih persuasif bagaimana menarik minat masyarakat untuk masuk menjadi tentara.
Untuk merealisasikan program ini angkatan udara AS menyewa California's Auto Sports, rumah modifikasi yang biasa melayani keinginan aneh para pelanggan. Tidak tanggung-tanggung mereka mengambil basis musclecar Ford Mustang dan Dodge Challenger untuk diubah menjadi sepasang supercar serius.
Setelah misi selesai, Ford diberi julukan 'X-1' Mustang dan si Dodge diberi julukan 'Vapor' Challenger. Dari luar, sepitas keduanya nampak mirip berkat pengaplikasian pintu model gunting, trim serat karbon, dan desain roda yang eye-catching. Begitu masuk ke dalam interiornya, aroma 'angkatan udara' menjadi begitu jelas tercium.
Pada X-1 (Mustang) diwakili oleh interior bergaya kokpit jet, jok dengan alat pelontar dan panel instrumen yang desainnya dipengaruhi oleh panel instrumen jet tempur. Modifikasi pada si Vapor (Challenger) menggunakan gaya two-seater dengan bonus sebuah roda kemudi tambahan buat penumpang ala co-pilot, sementara bagian exhaust system menganut gaya 'stealth mode'.
Fitur lainnya adalah velek serat karbon, cat anti radar, sensor jarak dan sebuah kamera yang sanggup memonitor sekeliling kendaraan dalam jangkauan penuh 360 derajat yang sanggup mengawasi keadaan dalam jangkauan 1/4 mil (402 meter).
The 2009 Super Car Tour diutamakan akan mengunjungi sekolah-sekolah tinggi dan berbagai rekanan yang mensponsori kegiatan angkatan udara ini seperti majalah DUB magazine auto show, Hot Import Nights, Battle of the Imports, Formula Drift, juga organisasi International Hot Rod Association (IHRA) serta masyarakat sekitar kegiatan ini.
Ayo siapa yang mau jadi tentara...Tinggal pilih... Jadi pilot... Ngebom musuh... Siapa lagi siapa lagi...(Cdx)
sumber : mediaoto/MI
Home > Modifikasi > Paket Edan untuk Kaum Bangsawan

DOK HAMANN
MODIFIKASI pada kendaraan adalah langkah yang biasa dilakukan ketika pemiliknya merasa ada sesuatu yang kurang, misalnya pada tampilan atau pada performanya. Pertanyaannya adalah: Siapa yang pernah mencoba melakukan modifikasi pada sebuah saloon sekelas Rolls Royce? Ternyata tuner kelas dunia, Hamann, menawarkan paket modifikasi untuk kendaraan yang biasa digunakan kaum bangsawan tersebut.
Hamann dikenal sebagai pembuat bodykit yang mampu mengubah total tampilan mobil. Untungnya paket yang ditawarkan untuk Rolls Royce Phantom dan Drophead coupe tidak merambah pada sektor bodi kendaraan. Bisa terbayang bagaimana jadinya nanti jika dua kendaraan itu diberi spoiler, side skirt maupun rear wing yang menjulang.
Hamann hanya menawarkan velek berdiameter 23 inci rancangannya untuk 'dicemplung'kan ke dalam spakbor kendaraan tadi. Selebihnya Hamann mengerucutkan wilayah 'oprekannya' pada mesin lewat paket modifikasi lumayan berat untuk mendongkrak kemampuannya.
Sejatinya mesin Phantom V12 6,7 liter sanggup menelurkan tenaga sebesar 453bhp dengan torsi maksimal 720Nm pada 3.500rpm. Melihat kemampuan mesinnya, jelas ini bukan mobil yang masuk kategori lamban. Kemampuan akselerasinya saja sangat baik. 0-100km/jam dapat ditembusnya kurang dari 7 detik dengan kecepatan maksimal hingga 240km/jam, itu pun karena dibatasi demi keselamatan.
Namun bagi Hamann ini kurang cukup. Mesin BMW V12 berkapasitas 6,7 liter pada Rolls Royce yang ditanganinya sanggup memompa tenaga mencapai 583hp dengan torsi ganas sebesar 835Nm. Alhasil, kendaraan super mewah ini sanggup melesat menembus angka 300km/jam!
Entah siapa yang tertarik dengan paket 'edan' yang ditawarkan oleh Hamann. Jika memang ada, yang pasti ia adalah individu yang sudah kehabisan akal untuk menghabiskan uang miliknya. (Cdx)
sumber : mediaoto/MI
DOK HAMANN
MODIFIKASI pada kendaraan adalah langkah yang biasa dilakukan ketika pemiliknya merasa ada sesuatu yang kurang, misalnya pada tampilan atau pada performanya. Pertanyaannya adalah: Siapa yang pernah mencoba melakukan modifikasi pada sebuah saloon sekelas Rolls Royce? Ternyata tuner kelas dunia, Hamann, menawarkan paket modifikasi untuk kendaraan yang biasa digunakan kaum bangsawan tersebut.
Hamann dikenal sebagai pembuat bodykit yang mampu mengubah total tampilan mobil. Untungnya paket yang ditawarkan untuk Rolls Royce Phantom dan Drophead coupe tidak merambah pada sektor bodi kendaraan. Bisa terbayang bagaimana jadinya nanti jika dua kendaraan itu diberi spoiler, side skirt maupun rear wing yang menjulang.
Hamann hanya menawarkan velek berdiameter 23 inci rancangannya untuk 'dicemplung'kan ke dalam spakbor kendaraan tadi. Selebihnya Hamann mengerucutkan wilayah 'oprekannya' pada mesin lewat paket modifikasi lumayan berat untuk mendongkrak kemampuannya.
Sejatinya mesin Phantom V12 6,7 liter sanggup menelurkan tenaga sebesar 453bhp dengan torsi maksimal 720Nm pada 3.500rpm. Melihat kemampuan mesinnya, jelas ini bukan mobil yang masuk kategori lamban. Kemampuan akselerasinya saja sangat baik. 0-100km/jam dapat ditembusnya kurang dari 7 detik dengan kecepatan maksimal hingga 240km/jam, itu pun karena dibatasi demi keselamatan.
Namun bagi Hamann ini kurang cukup. Mesin BMW V12 berkapasitas 6,7 liter pada Rolls Royce yang ditanganinya sanggup memompa tenaga mencapai 583hp dengan torsi ganas sebesar 835Nm. Alhasil, kendaraan super mewah ini sanggup melesat menembus angka 300km/jam!
Entah siapa yang tertarik dengan paket 'edan' yang ditawarkan oleh Hamann. Jika memang ada, yang pasti ia adalah individu yang sudah kehabisan akal untuk menghabiskan uang miliknya. (Cdx)
sumber : mediaoto/MI
Home > Modifikasi > Paket Brabus Bikin E-Class Coupe Makin Cantik dan Buas

BRABUS.GmbH
SESUATU yang indah harusnya sudah tak perlu diutak utik lagi karena pada dasarnya sudah nyaman dipandang mata. Tapi apa salahnya mengutak utik sesuatu yang indah? Hal inilah yang dilakukan tuner papan atas Jerman Brabus pada produk Mercedes-Benz E-Class Coupe 2011 tebaru, dengan menawarkan sederet paket tuning yang membuat sesuatu yang indah menjadi lebih eksotis.
Sejatinya, Mercedes-Benz E-Class Coupe menggunakan mesin E500 dengan tenaga 338hp. Tapi di tangan Brabus, kendaraan ini mampu memuntahkan tenaganya hingga mencapai 462hp diiringi limpahan torsi sebesar 615Nm!
Caranya cukup rumit. Langkah awal, Brabus harus menggusur blok silinder asli untuk meningkatkan kapasitas mesin dari 5,5 liter menjadi 6,1 liter. Hal yang sama dilakukan juga pada kepala silinder agar camshaft sport bisa digunakan, juga pada komponen crankshaft.
Setelah kemampuan mesin meningkat, exhaust system pun butuh penyesuaian agar pembuangannya lebih lancar, begitu pula dengan komputer manajemen agar bisa melayani kebutuha mesin secara optimal. Selain itu masih ada lagi beberapa penggantian komponen. Seperti dugaan Anda, ini tidak murah. Seluruhnya memakan dana sekitar 29 ribu Euro.
Dampak pengeluaran biaya tadi, Brabus E-Class Coupe dapat melesat dari 0 ke 100km/jam dalam hitungan 4,7 detik atau lebih cepat 1 detik dibanding sebelumnya. Kecepatannya yang awalnya dibatasi oleh perangkat elektronik di 250km/jam, kini sanggup menembus angka 315km/jam bersaing dengan kemampuan mobil balap Formula 1.

Dengan kecepatan itu sepertinya faktor aerodinamika harus disempurnakan lewat penambahan kit aerodinamika. Selain fungsi, Brabus juga menjunjung tinggi unsur estetika dan kepantasan. Contohnya penambahan komponen dari bahan karbon di samping bemper depan, pengaplikasian daylight running LED hingga sentuhan pada 4 pasang lubang muffler di bagian belakang.
Untuk meningkatkan kestabilan pada kecepatan tinggi, Brabus menyediakan lowering kit yang spesifikasi dan ramuannya dikhususkan untuk E-Class Coupe, sehingga velek Brabus yang ditawarkan mulai ukuran 17 hingga 20 inci bisa masuk dalam lingkar spakbor dengan sempurna. Dibalik lingkar roda, bercokol perangkat rem Brabus yang sangat penting untuk mengimbangi kemampuan mesinnya yang beringas.

Selain mesin bensin, Brabus juga menyiapkan paket modifikasi mesin diesel. Paket Brabus D4 mampu mendongkrak tenaga E250 CDi dari 204 menjadi 235hp dengan torsi 560Nm yang memakan biaya sekitar 1.400 Euro. Demikian juga untuk E350 CDi dengan paket Brabus D6 yang membuat mesin diesel mampu memproduksi 272hp dan torsi 590Nm.
Jika kurang puas dengan tampilan interior standar, Brabus juga menyediakan paket menggunakan pelapis kulit berkualitas tinggi, setir model sport, hingga entertainment system. Dan yang paling penting untuk menegaskan kesan eksklusifnya, ditawarkan door sill dengan logo brabus yang dapat berpendar. (Cdx)
sumber : mediaoto/MI
BRABUS.GmbH
SESUATU yang indah harusnya sudah tak perlu diutak utik lagi karena pada dasarnya sudah nyaman dipandang mata. Tapi apa salahnya mengutak utik sesuatu yang indah? Hal inilah yang dilakukan tuner papan atas Jerman Brabus pada produk Mercedes-Benz E-Class Coupe 2011 tebaru, dengan menawarkan sederet paket tuning yang membuat sesuatu yang indah menjadi lebih eksotis.
Sejatinya, Mercedes-Benz E-Class Coupe menggunakan mesin E500 dengan tenaga 338hp. Tapi di tangan Brabus, kendaraan ini mampu memuntahkan tenaganya hingga mencapai 462hp diiringi limpahan torsi sebesar 615Nm!
Caranya cukup rumit. Langkah awal, Brabus harus menggusur blok silinder asli untuk meningkatkan kapasitas mesin dari 5,5 liter menjadi 6,1 liter. Hal yang sama dilakukan juga pada kepala silinder agar camshaft sport bisa digunakan, juga pada komponen crankshaft.
Setelah kemampuan mesin meningkat, exhaust system pun butuh penyesuaian agar pembuangannya lebih lancar, begitu pula dengan komputer manajemen agar bisa melayani kebutuha mesin secara optimal. Selain itu masih ada lagi beberapa penggantian komponen. Seperti dugaan Anda, ini tidak murah. Seluruhnya memakan dana sekitar 29 ribu Euro.
Dampak pengeluaran biaya tadi, Brabus E-Class Coupe dapat melesat dari 0 ke 100km/jam dalam hitungan 4,7 detik atau lebih cepat 1 detik dibanding sebelumnya. Kecepatannya yang awalnya dibatasi oleh perangkat elektronik di 250km/jam, kini sanggup menembus angka 315km/jam bersaing dengan kemampuan mobil balap Formula 1.
Dengan kecepatan itu sepertinya faktor aerodinamika harus disempurnakan lewat penambahan kit aerodinamika. Selain fungsi, Brabus juga menjunjung tinggi unsur estetika dan kepantasan. Contohnya penambahan komponen dari bahan karbon di samping bemper depan, pengaplikasian daylight running LED hingga sentuhan pada 4 pasang lubang muffler di bagian belakang.
Untuk meningkatkan kestabilan pada kecepatan tinggi, Brabus menyediakan lowering kit yang spesifikasi dan ramuannya dikhususkan untuk E-Class Coupe, sehingga velek Brabus yang ditawarkan mulai ukuran 17 hingga 20 inci bisa masuk dalam lingkar spakbor dengan sempurna. Dibalik lingkar roda, bercokol perangkat rem Brabus yang sangat penting untuk mengimbangi kemampuan mesinnya yang beringas.
Selain mesin bensin, Brabus juga menyiapkan paket modifikasi mesin diesel. Paket Brabus D4 mampu mendongkrak tenaga E250 CDi dari 204 menjadi 235hp dengan torsi 560Nm yang memakan biaya sekitar 1.400 Euro. Demikian juga untuk E350 CDi dengan paket Brabus D6 yang membuat mesin diesel mampu memproduksi 272hp dan torsi 590Nm.
Jika kurang puas dengan tampilan interior standar, Brabus juga menyediakan paket menggunakan pelapis kulit berkualitas tinggi, setir model sport, hingga entertainment system. Dan yang paling penting untuk menegaskan kesan eksklusifnya, ditawarkan door sill dengan logo brabus yang dapat berpendar. (Cdx)
sumber : mediaoto/MI
Home > Modifikasi > Dongkrak Tampilan dan Kemampuan BMW Seri 7

worldcarfans.com
HAMANN adalah tuner Jerman yang biasa memodifikasi mobil sport eksotis, namun kini mereka mengumumkan paket tuning untuk mendongkrak kemampuan dan tampilan sedan mewah BMW Seri 7 keluaran 2009 terbaru.
Perusahaan ini sudah lama menjalin hubungan erat dengan BMW sejak 1986, tapi sebagian besar hubungan mereka seputar dukungan dalam urusan motorsport. Kali ini Hamann mencoba menyentuh wilayah lain di luar itu dengan paket modifikasi bagian eksterior Seri 7 mencakup custom side skirt, spoiler di atap belakang dan bagasi serta custom tailpipes pada ujung muffler.
Mengimbangi ubahan pada bodinya, Hamann menyiapkan satu set velek Evo berukuran 19 inci hingga 22inci. Untuk pilihan roda berdiameter 22 inci, bagian depan memiliki lebar 9 inci yang dibalut ban berdimensi 265/30ZR22 sementara bagian belakang lebar 10,5inci dengan ban ukuran 295/25ZR22.
Agar tampilan lebih rendah, Haman telah menyiapkan performance suspension kit dengan pegas model progressive yang mampu mereduksi ketinggian BMW Seri 7 hingga 40mm dari aslinya. Efeknya mampu meningkatkan kestabilan pada kecepatan tinggi tanpa harus banyak mengorbankan kenyamanan.
Untuk mendongkrak tenaga mesin diesel 730d yang tadinya bertenaga 245hp menjadi 290hp, pihak Hamann merahasiakan resepnya, namun diperkirakan mereka juga telah menyiapkan paket modifikasi untuk mendongkrak mesin 750i 4,4 liter V8 twin turbo juga mesin V12 untuk 760i. Hamann juga menutupi langkah apa yang mereka lakukan untuk mendongkrak kemampuan mesin bensin tersebut.
Yang pasti Hamann pernah melakukan korekan pada mesin BMW seri 7 bermesin V8 dengan memperbesar kapasitasnya hingga 7,1 liter yang mampu menyalurkan daya hingga 510hp dengan kecepatan puncak mendekati angka 322km/jam. namun itu hanya perkiraan. Selebihnya kita hanya bisa menunggu kabar resmi dari pihak Hamann sendiri. (Cdx)
sumber : mediaoto/MI
worldcarfans.com
HAMANN adalah tuner Jerman yang biasa memodifikasi mobil sport eksotis, namun kini mereka mengumumkan paket tuning untuk mendongkrak kemampuan dan tampilan sedan mewah BMW Seri 7 keluaran 2009 terbaru.
Perusahaan ini sudah lama menjalin hubungan erat dengan BMW sejak 1986, tapi sebagian besar hubungan mereka seputar dukungan dalam urusan motorsport. Kali ini Hamann mencoba menyentuh wilayah lain di luar itu dengan paket modifikasi bagian eksterior Seri 7 mencakup custom side skirt, spoiler di atap belakang dan bagasi serta custom tailpipes pada ujung muffler.
Mengimbangi ubahan pada bodinya, Hamann menyiapkan satu set velek Evo berukuran 19 inci hingga 22inci. Untuk pilihan roda berdiameter 22 inci, bagian depan memiliki lebar 9 inci yang dibalut ban berdimensi 265/30ZR22 sementara bagian belakang lebar 10,5inci dengan ban ukuran 295/25ZR22.
Agar tampilan lebih rendah, Haman telah menyiapkan performance suspension kit dengan pegas model progressive yang mampu mereduksi ketinggian BMW Seri 7 hingga 40mm dari aslinya. Efeknya mampu meningkatkan kestabilan pada kecepatan tinggi tanpa harus banyak mengorbankan kenyamanan.
Untuk mendongkrak tenaga mesin diesel 730d yang tadinya bertenaga 245hp menjadi 290hp, pihak Hamann merahasiakan resepnya, namun diperkirakan mereka juga telah menyiapkan paket modifikasi untuk mendongkrak mesin 750i 4,4 liter V8 twin turbo juga mesin V12 untuk 760i. Hamann juga menutupi langkah apa yang mereka lakukan untuk mendongkrak kemampuan mesin bensin tersebut.
Yang pasti Hamann pernah melakukan korekan pada mesin BMW seri 7 bermesin V8 dengan memperbesar kapasitasnya hingga 7,1 liter yang mampu menyalurkan daya hingga 510hp dengan kecepatan puncak mendekati angka 322km/jam. namun itu hanya perkiraan. Selebihnya kita hanya bisa menunggu kabar resmi dari pihak Hamann sendiri. (Cdx)
sumber : mediaoto/MI
Home > Modifikasi > Modifikasi Sederhana Buat Menggaet Wanita

dok KNC
INI enaknya memiliki sepeda motor yang basisnya sudah keren dari awal. Mau modifikasi, tidak perlu neko-neko dan hasilnya langsung terlihat signifikan. Contohnya Kawasaki Ninja 150RR bergaya ala MotoGP hasil kreasi Teson, anggota Kawasaki Ninja Club (KNC) Balikpapan, Kalimantan Timur.
Menurut Teson, selain desain, ada satu lagi hal yang menentukan modifikasi itu enak dilihat atau tidaknya. Apa lagi kalau bukan kepresisian dan detil pengerjaan. Faktor inilah yang dijunjung tinggi saat ia melakukan modifikasi pada tunggangan kesayangannya.
Yang tak kalah penting, jangan sampai setelah dimodif motor jadi tak nyaman dan aman dikendarai. Alasannya karena sepeda motor itu bukan barang pajangan yang hanya enak dilihat. Latar belakang itulah yang menjadi patokan pria bernomor anggota 09 di KNC Balikpapan ini.
Orientsinya adalah motor balap MotoGP yang rata-rata memiliki moncong lancip bak paruh burung. Fairing asli kemudian diberi tambahan pada bagian bawah lampu mengandalkan bahan fiberglass. Lubang asli yang mengapit lampu depan tetap dipertahankan.
Bagian tudung samping atas dilebarkan sehingga bentuknya tampak seperti kepala alien. setelah itu lampu sein asli dipensiunkan. Sebagai gantinya ia menggunakan model lampu yang menempel langsung pada bodi fairing.
Usai menggarap fairing bagian atas, giliran Teson menjaili fairing bagian bawah lewat penambahan hingga tampilan fairing hampir sepenuhnya menutupi bagian kolong dan nyaris menutupi pangkal lengan ayun.
Bagian buritan sengaja diubah bergaya tawon, ciri khas MotoGP dengan model jok single seater. Gaya ini memang sedikit aneh jika target Teson memodifikasi tunggangannya buat menggaet perhatian lawan jenis.

Di sektor kaki-kaki ia menggunakan ban depan Bridgestone Battlax 90/80-17 dan belakang 150/70-17 yang membuat tampilan nampak lebih gagah. Karakter MotoGP semakin mencuat berkat penggantian footstep lansiran AHRS, selebihnya ia biarkan standar.
Ninja 150RR miliknya semakin kelihatan 'menyala' berkat bodi berlabur warna merah yang sengaja di buat plontos tanpa striping. "Biar kelihatan klimis," kelit Teson. (Cdx)
sumber : mediaoto/MI
dok KNC
INI enaknya memiliki sepeda motor yang basisnya sudah keren dari awal. Mau modifikasi, tidak perlu neko-neko dan hasilnya langsung terlihat signifikan. Contohnya Kawasaki Ninja 150RR bergaya ala MotoGP hasil kreasi Teson, anggota Kawasaki Ninja Club (KNC) Balikpapan, Kalimantan Timur.
Menurut Teson, selain desain, ada satu lagi hal yang menentukan modifikasi itu enak dilihat atau tidaknya. Apa lagi kalau bukan kepresisian dan detil pengerjaan. Faktor inilah yang dijunjung tinggi saat ia melakukan modifikasi pada tunggangan kesayangannya.
Yang tak kalah penting, jangan sampai setelah dimodif motor jadi tak nyaman dan aman dikendarai. Alasannya karena sepeda motor itu bukan barang pajangan yang hanya enak dilihat. Latar belakang itulah yang menjadi patokan pria bernomor anggota 09 di KNC Balikpapan ini.
Orientsinya adalah motor balap MotoGP yang rata-rata memiliki moncong lancip bak paruh burung. Fairing asli kemudian diberi tambahan pada bagian bawah lampu mengandalkan bahan fiberglass. Lubang asli yang mengapit lampu depan tetap dipertahankan.
Bagian tudung samping atas dilebarkan sehingga bentuknya tampak seperti kepala alien. setelah itu lampu sein asli dipensiunkan. Sebagai gantinya ia menggunakan model lampu yang menempel langsung pada bodi fairing.
Usai menggarap fairing bagian atas, giliran Teson menjaili fairing bagian bawah lewat penambahan hingga tampilan fairing hampir sepenuhnya menutupi bagian kolong dan nyaris menutupi pangkal lengan ayun.
Bagian buritan sengaja diubah bergaya tawon, ciri khas MotoGP dengan model jok single seater. Gaya ini memang sedikit aneh jika target Teson memodifikasi tunggangannya buat menggaet perhatian lawan jenis.
Di sektor kaki-kaki ia menggunakan ban depan Bridgestone Battlax 90/80-17 dan belakang 150/70-17 yang membuat tampilan nampak lebih gagah. Karakter MotoGP semakin mencuat berkat penggantian footstep lansiran AHRS, selebihnya ia biarkan standar.
Ninja 150RR miliknya semakin kelihatan 'menyala' berkat bodi berlabur warna merah yang sengaja di buat plontos tanpa striping. "Biar kelihatan klimis," kelit Teson. (Cdx)
sumber : mediaoto/MI
Home > Modifikasi > Lebih Hemat dan Bertenaga

popularhotrodding.com
SIAPA pun ingin performa mobilnya bertambah kencang dan bertenaga. Cara yang paling efektif untuk meningkatkan performa mesin adalah modifikasi mesin. Masalahnya cara tersebut tidak bisa dibilang murah. Belum lagi efek samping yang ditimbulkan seperti meningkatnya konsumsi bahan bakar alias menjadi boros.
Ada beberapa trik jitu yang bisa kita ambil dari regulasi balap grup N. Mereka memberlakukan secara ketat modifikasi di sektor mesin dengan mengharamkan penggantian komponen mesin. Seluruhnya harus dalam keadaan standar pabrik.
Memang tetap harus melakukan pembongkaran mesin, biayanya pun tetap lumayan mahal
karena harus dilakukan di bengkel khusus. Namun hasilnya bisa dijamin akan memuaskan. Pasalnya meski tenaga dan performanya bertambah namun sebaliknya konsumsi bahan bakarnya justru menjadi lebih irit. Modifikasi itu disebut dengan istilah 'blue print'.
Untuk lebih mudahnya, kita bisa melakukan percobaan dengan cara sederhana untuk memahami konsep 'blue print' itu sendiri. Sediakan permen karet dan dua tutup gelas yang bentuknya sama dan terbuat dari stainless steel atau material lain.
Kunyahlah permen karet hingga hilang rasa manisnya.Tempelkan permen karet tadi di salah satu bibir tutup gelas kemudian dengan kekuatan yang sama putarlah kedua tutup gelas tadi seperti memutar gasing bersamaan. Manakah yang paling lama bertahan berputar? Tentu saja yang tidak diberi permen karet pada ujung bibirnya.
Mengapa? Karena tutup gelas yang tak diberi permen karet memiliki keseimbangan sehingga ia dapat berputar mulus pada porosnya, sementara tutup gelas lain titik keseimbangannya telah terganggu oleh tambahan bobot dari permen karet. Hal ini berlaku pula pada komponen mesin yang berputar pada porosnya.
Di dalam mesin, komponen yang berputar antara lain crankshaft/kruk as, camshaft/noken as dan flywheel/roda gila. Yang terhubung langsung dengan crankshaft adalah piston beserta setangnya. Seluruh komponen inilah yang harus di'seimbangkan' atau di-balance.
Meski buatan pabrik, terkadang antara komponen satu dan lainnya terdapat sedikit perbedaan misalnya dalam hal bobot seperti pada piston dan setangnya. Untuk itu semua komponen ini harus disamakan bobotnya dengan cara menimbang, baik setang maupun pistonnya masing-masing.
Jika ada sedikit perbedaan bobot, carilah yang paling ringan. Setelah itu komponen yang lain menyesuaikan hingga bobotnya sama persis, bila perlu dengan toleransi nol alias harus benar-benar sama persis. Pada komponen piston biasanya dengan cara mengikis bagian yang berlebih di bagian pantat piston sementara pada setang piston mengikis bagian tengah setang. Usai langkah ini langsung beralih ke bagian yang berputar.
Batas akhir pada instrumen tachometer mobil biasanya berkisar pada angka 8.000 rpm. Oleh karena itu balance-lah crankshaft sampai pada putaran itu (makin tinggi makin baik), sementara komponen camshaft cukup separuhnya. Jangan lupa mem-balance ulang bagian yang berputar lain seperti fly wheel bersama dengan clutch cover/kopling bila perlu.
Sebenarnya langkah ini sudah cukup memberikan dampak yang signifikan. Tetapi biasanya sang pemilik maupun mekanik merasa tanggung karena sudah terlanjur membongkar mesin. Alangkah lebih baik jika sekalian mem-blue print saluran-saluran intake dan exhaust manifold.

Caranya dengan memperhalus permukaan saluran hingga licin mengkilap dengan tujuan agar campuran udara dan bahan bakar maupun sisa gas hasil pembakaran dapat mengalir mulus tanpa ada hambatan sedikitpun.
Modifikasi ini harus dilakukan dengan mekanik dan bengkel profesional. Kita bisa menyerahkan proses pengerjaannya pada bengkel-bengkel yang biasa menangani mobil kompetisi yang banyak tersebar di Jakarta dan beberapa kota besar lain.
Efek dari proses tersebut bisa segera dirasakan mulai mesin dihidupkan. Getaran mesin yang sangat minim dan saat pedal gas disentuh, jarum tachometer segera bereaksi dengan cepat seiring putaran mesin akibat berkurangnya beban mesin.
Selain menjadi lebih hemat bahan bakar, jika proses dilakukan secara benar, modifikasi ini tak memiliki dampak buruk sedikit pun. (Cdx)
sumber : mediaoto/MI
popularhotrodding.com
SIAPA pun ingin performa mobilnya bertambah kencang dan bertenaga. Cara yang paling efektif untuk meningkatkan performa mesin adalah modifikasi mesin. Masalahnya cara tersebut tidak bisa dibilang murah. Belum lagi efek samping yang ditimbulkan seperti meningkatnya konsumsi bahan bakar alias menjadi boros.
Ada beberapa trik jitu yang bisa kita ambil dari regulasi balap grup N. Mereka memberlakukan secara ketat modifikasi di sektor mesin dengan mengharamkan penggantian komponen mesin. Seluruhnya harus dalam keadaan standar pabrik.
Memang tetap harus melakukan pembongkaran mesin, biayanya pun tetap lumayan mahal
karena harus dilakukan di bengkel khusus. Namun hasilnya bisa dijamin akan memuaskan. Pasalnya meski tenaga dan performanya bertambah namun sebaliknya konsumsi bahan bakarnya justru menjadi lebih irit. Modifikasi itu disebut dengan istilah 'blue print'.
Untuk lebih mudahnya, kita bisa melakukan percobaan dengan cara sederhana untuk memahami konsep 'blue print' itu sendiri. Sediakan permen karet dan dua tutup gelas yang bentuknya sama dan terbuat dari stainless steel atau material lain.
Kunyahlah permen karet hingga hilang rasa manisnya.Tempelkan permen karet tadi di salah satu bibir tutup gelas kemudian dengan kekuatan yang sama putarlah kedua tutup gelas tadi seperti memutar gasing bersamaan. Manakah yang paling lama bertahan berputar? Tentu saja yang tidak diberi permen karet pada ujung bibirnya.
Mengapa? Karena tutup gelas yang tak diberi permen karet memiliki keseimbangan sehingga ia dapat berputar mulus pada porosnya, sementara tutup gelas lain titik keseimbangannya telah terganggu oleh tambahan bobot dari permen karet. Hal ini berlaku pula pada komponen mesin yang berputar pada porosnya.
Di dalam mesin, komponen yang berputar antara lain crankshaft/kruk as, camshaft/noken as dan flywheel/roda gila. Yang terhubung langsung dengan crankshaft adalah piston beserta setangnya. Seluruh komponen inilah yang harus di'seimbangkan' atau di-balance.
Meski buatan pabrik, terkadang antara komponen satu dan lainnya terdapat sedikit perbedaan misalnya dalam hal bobot seperti pada piston dan setangnya. Untuk itu semua komponen ini harus disamakan bobotnya dengan cara menimbang, baik setang maupun pistonnya masing-masing.
Jika ada sedikit perbedaan bobot, carilah yang paling ringan. Setelah itu komponen yang lain menyesuaikan hingga bobotnya sama persis, bila perlu dengan toleransi nol alias harus benar-benar sama persis. Pada komponen piston biasanya dengan cara mengikis bagian yang berlebih di bagian pantat piston sementara pada setang piston mengikis bagian tengah setang. Usai langkah ini langsung beralih ke bagian yang berputar.
Batas akhir pada instrumen tachometer mobil biasanya berkisar pada angka 8.000 rpm. Oleh karena itu balance-lah crankshaft sampai pada putaran itu (makin tinggi makin baik), sementara komponen camshaft cukup separuhnya. Jangan lupa mem-balance ulang bagian yang berputar lain seperti fly wheel bersama dengan clutch cover/kopling bila perlu.
Sebenarnya langkah ini sudah cukup memberikan dampak yang signifikan. Tetapi biasanya sang pemilik maupun mekanik merasa tanggung karena sudah terlanjur membongkar mesin. Alangkah lebih baik jika sekalian mem-blue print saluran-saluran intake dan exhaust manifold.
Caranya dengan memperhalus permukaan saluran hingga licin mengkilap dengan tujuan agar campuran udara dan bahan bakar maupun sisa gas hasil pembakaran dapat mengalir mulus tanpa ada hambatan sedikitpun.
Modifikasi ini harus dilakukan dengan mekanik dan bengkel profesional. Kita bisa menyerahkan proses pengerjaannya pada bengkel-bengkel yang biasa menangani mobil kompetisi yang banyak tersebar di Jakarta dan beberapa kota besar lain.
Efek dari proses tersebut bisa segera dirasakan mulai mesin dihidupkan. Getaran mesin yang sangat minim dan saat pedal gas disentuh, jarum tachometer segera bereaksi dengan cepat seiring putaran mesin akibat berkurangnya beban mesin.
Selain menjadi lebih hemat bahan bakar, jika proses dilakukan secara benar, modifikasi ini tak memiliki dampak buruk sedikit pun. (Cdx)
sumber : mediaoto/MI
Home > Modifikasi > Ogah Ditawar Rp10 Juta

MI/Mario
"PERGI di hari Minggu.. Bersama pacar baru.. Naik Vespa keliling kota.. Sampai binaria.. Hatiku jadi gembira.." Penggalan lagu berjudul Piknik '72 yang dibawakan Naif itu tampaknya akan lebih menggembirakan jika piknik-nya dilakukan dengan Vespa ber-sespan milik Heri "Koco" Sonata, pria yang memiliki bengkel dan rumah modifikasi Vespa di daerah Cilenggang Serpong ini.
Vespa milik Koco adalah Vespa tahun 1979. Awalnya ia membeli Vespa tersebut dengan kondisi full orisinal seharga Rp650 ribu. Dengan tujuan awal untuk hobi semata, ia bersama orang tuanya yang memang gemar memodifikasi Vespa bahu-membahu mengubah penampilan tunggangan kesayangannya itu. Ide nya pun berasal dari diri mereka sendiri.
Kini tampilan Vespa itu sangatlah menarik dengan dipadukannya sebuah sespan (zyzspan) atau kereta samping. Sespan yang menemani Vespa itu bukan terbuat dari plat lembaran pada umumnya, tapi menggunakan plat drum. "Sespan itu merupakan hasil bentukan sendiri, bukan beli jadi," ujar Koco kepada Mediaindonesia.com.
"Awalnya tidak ada sespan. Original Vespa di Itali pun demikian. Variasi sespan di Italia kebanyakan di kanan motor, sedangkan penggemar sespan di Indonesia memasangnya di kiri motor," tambah Koco yang merupakan anggota VBSD, sebuah klub bagi para pecinta Vespa di seputaran BSD Tangerang.
Walau awalnya Koco tidak merencanakan mengikutsertakan tunggangannya untuk kepentingan berbagai kompetisi, namun tampaknya fakta berbicara lain. Dalam sebuah event kompetisi otomotif "Speed of Modification" dari 31 Januari hingga 1 Februari 2009 kemarin, Vespa berwarna merah terang dengan strip putih itu berhasil memboyong dua penghargaan sekaligus. Ia berhasil meraih "The Best Vespa 1" dan "The Best Most Fungki" untuk kategori motor.

Tak hanya mementingkan penampilannya, Vespa itu pun dilengkapi dengan sound system. Namun Koco mengaku kehadiran sound system di tunggangannya itu hanya sekedar untuk tambahan aspek hiburan. Untuk menaggung beban listrik dari kehadiran sebuah subwoofer di Vespanya itu, Koco harus mengadopsi aki mobil 60 ampere untuk kelistrikan Vespanya.
Salah satu bukti penonton menyukai hasil pekerjaan Koco adalah datangnya penawaran secara tiba-tiba dari salah seorang pengunjung kompetisi. "Ia langsung menawarkan pembayaran tunai sebesar 10 juta untuk motor Vespa saya ini. Namun saya menolaknya karena masih mau menggunakannya sekaligus membawa nama klub VBSD," ujar Koco yang mengaku telah mengeluarkan uang sedikitnya 5 juta rupiah diluar biaya tenaga untuk modifikasi Vespanya tersebut. (OL-02)
sumber : mediaoto/MI
MI/Mario
"PERGI di hari Minggu.. Bersama pacar baru.. Naik Vespa keliling kota.. Sampai binaria.. Hatiku jadi gembira.." Penggalan lagu berjudul Piknik '72 yang dibawakan Naif itu tampaknya akan lebih menggembirakan jika piknik-nya dilakukan dengan Vespa ber-sespan milik Heri "Koco" Sonata, pria yang memiliki bengkel dan rumah modifikasi Vespa di daerah Cilenggang Serpong ini.
Vespa milik Koco adalah Vespa tahun 1979. Awalnya ia membeli Vespa tersebut dengan kondisi full orisinal seharga Rp650 ribu. Dengan tujuan awal untuk hobi semata, ia bersama orang tuanya yang memang gemar memodifikasi Vespa bahu-membahu mengubah penampilan tunggangan kesayangannya itu. Ide nya pun berasal dari diri mereka sendiri.
Kini tampilan Vespa itu sangatlah menarik dengan dipadukannya sebuah sespan (zyzspan) atau kereta samping. Sespan yang menemani Vespa itu bukan terbuat dari plat lembaran pada umumnya, tapi menggunakan plat drum. "Sespan itu merupakan hasil bentukan sendiri, bukan beli jadi," ujar Koco kepada Mediaindonesia.com.
"Awalnya tidak ada sespan. Original Vespa di Itali pun demikian. Variasi sespan di Italia kebanyakan di kanan motor, sedangkan penggemar sespan di Indonesia memasangnya di kiri motor," tambah Koco yang merupakan anggota VBSD, sebuah klub bagi para pecinta Vespa di seputaran BSD Tangerang.
Walau awalnya Koco tidak merencanakan mengikutsertakan tunggangannya untuk kepentingan berbagai kompetisi, namun tampaknya fakta berbicara lain. Dalam sebuah event kompetisi otomotif "Speed of Modification" dari 31 Januari hingga 1 Februari 2009 kemarin, Vespa berwarna merah terang dengan strip putih itu berhasil memboyong dua penghargaan sekaligus. Ia berhasil meraih "The Best Vespa 1" dan "The Best Most Fungki" untuk kategori motor.
Tak hanya mementingkan penampilannya, Vespa itu pun dilengkapi dengan sound system. Namun Koco mengaku kehadiran sound system di tunggangannya itu hanya sekedar untuk tambahan aspek hiburan. Untuk menaggung beban listrik dari kehadiran sebuah subwoofer di Vespanya itu, Koco harus mengadopsi aki mobil 60 ampere untuk kelistrikan Vespanya.
Salah satu bukti penonton menyukai hasil pekerjaan Koco adalah datangnya penawaran secara tiba-tiba dari salah seorang pengunjung kompetisi. "Ia langsung menawarkan pembayaran tunai sebesar 10 juta untuk motor Vespa saya ini. Namun saya menolaknya karena masih mau menggunakannya sekaligus membawa nama klub VBSD," ujar Koco yang mengaku telah mengeluarkan uang sedikitnya 5 juta rupiah diluar biaya tenaga untuk modifikasi Vespanya tersebut. (OL-02)
sumber : mediaoto/MI
Home > Modifikasi > Sabet Tropi Lewat Aliran Ekstrim JGTC

MI/Mario
INSPIRASI modifikasi bisa datang dari mana saja. Film-film Hollywood misalnya, tak jarang menjadi dasar bagi seorang modifikator untuk mengubah penampilan mobilnya. Mobil yang satu ini meniru mobil Honda NSX dalam JGTC, karena sang pemilik gemar bermain game Gran Turismo.
sepintas, siapa yang sangka bahwa mobil berwarna putih dengan strip hijau tersebut adalah Honda Civic tahun 2005. Namun kenyataanya memang Civic lah asal muasal mobil ini. Setelah diberikan sentuhan oleh Rosella untuk eksterior, dan MJM untuk interiornya, Civic tersebut kini memiliki tampang yang lebih 'sangar' dan 'berotot', jauh dari bentuk awal mulanya.
Civic tahun 2005 ini adalah milik Andreas, seorang mahasiswa dualdegree, jurusan bisnis dan desain di Shanghai, China. Ia sengaja mengubah penampilan mobilnya secara total. "Hanya head lamp dan kaca depan lah yang masih dipertahankan orisinal dari Civic," ujarnya kepada Mediaindonesia.com.
Andreas mengaku memang sengaja mengubah tampilah Civic nya menjadi bergaya mobil-mobil Japan Grand Touring Championship (JGTC). Bahkan ia menyatakan bahwa sengaja membentuknya beraliran extreme JGTC.
Andreas lebih memusatkan modifikasi pada eksterior body. Walau interior dan audio yang didominasi oleh produk Rodex itu juga mengalami perombakan, namun diakui Andreas sebatas modifikasi kosmetik saja.
Namun jangan ditanya untuk eksteriornya. Andreas rela mengimpor beberapa part Honda Integra dari luar negeri untuk dikawinkan dengan eksterior Civic nya. Tak ketinggalan, mesin Civic tersebut pun kini menggunakan mesin Integra. "Kaca, pintu, kaca belakang, pintu belakang, hingga lampu belakang Civic tersebut kini telah menggunakan part-part Integra," ujar Andreas.

Lima ratus juta rupiah lebih yang Andreas keluarkan untuk biaya modifikasi sedikit demi sedikit mulai terbayar dengan kebangaan dan kepuasan tersendiri. Hal tersebut dikarenakan ia berhasil meraih 6 kategori dalam Speed of Modification 31 Januari-1 Februari 2009 di BSD Tangerang, termasuk kategori tertinggi "King of Speed of Modification" untuk mobilnya tersebut.

Kategori lain yang direbutnya adalah "Best Honda", "Best Rims", "Best Asian Car", "Best Custom Bodykit" serta "Prince Speed of Modification" dan "Nominasi 3 Prince Speed of Modification". Tropi-tropi yang didapatnya tersebut akan menambah koleksi trophy Andreas selain trophy "King of Accelera Auto Contest Medan" yang diraihnya Juni 2008 silam. (OL-02)
sumber : mediaoto/MI
MI/Mario
INSPIRASI modifikasi bisa datang dari mana saja. Film-film Hollywood misalnya, tak jarang menjadi dasar bagi seorang modifikator untuk mengubah penampilan mobilnya. Mobil yang satu ini meniru mobil Honda NSX dalam JGTC, karena sang pemilik gemar bermain game Gran Turismo.
sepintas, siapa yang sangka bahwa mobil berwarna putih dengan strip hijau tersebut adalah Honda Civic tahun 2005. Namun kenyataanya memang Civic lah asal muasal mobil ini. Setelah diberikan sentuhan oleh Rosella untuk eksterior, dan MJM untuk interiornya, Civic tersebut kini memiliki tampang yang lebih 'sangar' dan 'berotot', jauh dari bentuk awal mulanya.
Civic tahun 2005 ini adalah milik Andreas, seorang mahasiswa dualdegree, jurusan bisnis dan desain di Shanghai, China. Ia sengaja mengubah penampilan mobilnya secara total. "Hanya head lamp dan kaca depan lah yang masih dipertahankan orisinal dari Civic," ujarnya kepada Mediaindonesia.com.
Andreas mengaku memang sengaja mengubah tampilah Civic nya menjadi bergaya mobil-mobil Japan Grand Touring Championship (JGTC). Bahkan ia menyatakan bahwa sengaja membentuknya beraliran extreme JGTC.
Andreas lebih memusatkan modifikasi pada eksterior body. Walau interior dan audio yang didominasi oleh produk Rodex itu juga mengalami perombakan, namun diakui Andreas sebatas modifikasi kosmetik saja.
Namun jangan ditanya untuk eksteriornya. Andreas rela mengimpor beberapa part Honda Integra dari luar negeri untuk dikawinkan dengan eksterior Civic nya. Tak ketinggalan, mesin Civic tersebut pun kini menggunakan mesin Integra. "Kaca, pintu, kaca belakang, pintu belakang, hingga lampu belakang Civic tersebut kini telah menggunakan part-part Integra," ujar Andreas.
Lima ratus juta rupiah lebih yang Andreas keluarkan untuk biaya modifikasi sedikit demi sedikit mulai terbayar dengan kebangaan dan kepuasan tersendiri. Hal tersebut dikarenakan ia berhasil meraih 6 kategori dalam Speed of Modification 31 Januari-1 Februari 2009 di BSD Tangerang, termasuk kategori tertinggi "King of Speed of Modification" untuk mobilnya tersebut.
Kategori lain yang direbutnya adalah "Best Honda", "Best Rims", "Best Asian Car", "Best Custom Bodykit" serta "Prince Speed of Modification" dan "Nominasi 3 Prince Speed of Modification". Tropi-tropi yang didapatnya tersebut akan menambah koleksi trophy Andreas selain trophy "King of Accelera Auto Contest Medan" yang diraihnya Juni 2008 silam. (OL-02)
sumber : mediaoto/MI
Home > Modifikasi > Sasaran Modifikasi untuk Dongkrak Tampilan

INTINYA bisa tampil beda, gengsi ikut naik, dan hobi tersalurkan. Itulah salah satu yang melatarbelakangi keputusan memodifikasi mobil. Soal biaya? Sangat relatif. Ada yang hanya menghabiskan uang puluhan juta rupiah, tetapi ada yang sampai ratusan juta rupiah.
Kini, modifikasi mobil sudah menjadi semacam gaya hidup. Bagian apa saja yang biasanya menjadi sasaran modifikasi?
Bagian Eksterior
Rata-rata diawali dengan penggunaan pelek yang lebih besar. Umumnya para penyuka modifikasi menggunakan ukuran 17-22 inci, dibalut dengan ban berukuran 35 inci.

Jika urusan pelek dan ban selesai, maka akan beralih ke kaki-kaki mobil. Untuk menambah kenyamanan, digunakan per dan shockbreaker
bukan bawaan pabrik. Body mobil pun mengalami sentuhan dengan melakukan pengecatan ulang, sampai pada penggunaan cutting sticker.
Mesin kemudian mendapat giliran. Untuk meningkatkan performa, dilakukan modifikasi pada sistem pengapian dan turbocharger.
Bila ingin lebih dalam lagi, mesin pun dibedah habis-habisan. Masih kurang? Perangkat NOS yang biasa digunakan dalam lomba drag race kelas free for all, diambil untuk mendongkrak kemampuan akselerasi spontannya. Setidaknya performa mesin bisa mencapai ratusan tenaga kuda.
Bagian Interior
Untuk interior meliputi perangkat audio yang bisa memanjakan telinga. Head unit hingga subwoofer termasuk di dalamnya seringkali menjadi sasaran kreatifitas rumah modifikator. Bahkan tidak sedikit yang ekstrim menempatkan audio berkekuatan tinggi.
Jok juga sering diubah untuk menambah kenyamanan dan keindahan. Selain itu, plafon mobil, pintu, hingga karpet juga mendapat perhatian.
Setelah semua selesai, hasilnya sungguh bisa sangat luar biasa. Paling tidak, nilai mobil itu bisa lebih naik jika dijual pada sesama penggila modifikasi. (OL-02)

sumber : mediaoto/MI
INTINYA bisa tampil beda, gengsi ikut naik, dan hobi tersalurkan. Itulah salah satu yang melatarbelakangi keputusan memodifikasi mobil. Soal biaya? Sangat relatif. Ada yang hanya menghabiskan uang puluhan juta rupiah, tetapi ada yang sampai ratusan juta rupiah.
Kini, modifikasi mobil sudah menjadi semacam gaya hidup. Bagian apa saja yang biasanya menjadi sasaran modifikasi?
Bagian Eksterior
Rata-rata diawali dengan penggunaan pelek yang lebih besar. Umumnya para penyuka modifikasi menggunakan ukuran 17-22 inci, dibalut dengan ban berukuran 35 inci.
Jika urusan pelek dan ban selesai, maka akan beralih ke kaki-kaki mobil. Untuk menambah kenyamanan, digunakan per dan shockbreaker
bukan bawaan pabrik. Body mobil pun mengalami sentuhan dengan melakukan pengecatan ulang, sampai pada penggunaan cutting sticker.
Mesin kemudian mendapat giliran. Untuk meningkatkan performa, dilakukan modifikasi pada sistem pengapian dan turbocharger.
Bila ingin lebih dalam lagi, mesin pun dibedah habis-habisan. Masih kurang? Perangkat NOS yang biasa digunakan dalam lomba drag race kelas free for all, diambil untuk mendongkrak kemampuan akselerasi spontannya. Setidaknya performa mesin bisa mencapai ratusan tenaga kuda.
Bagian Interior
Untuk interior meliputi perangkat audio yang bisa memanjakan telinga. Head unit hingga subwoofer termasuk di dalamnya seringkali menjadi sasaran kreatifitas rumah modifikator. Bahkan tidak sedikit yang ekstrim menempatkan audio berkekuatan tinggi.
Jok juga sering diubah untuk menambah kenyamanan dan keindahan. Selain itu, plafon mobil, pintu, hingga karpet juga mendapat perhatian.
Setelah semua selesai, hasilnya sungguh bisa sangat luar biasa. Paling tidak, nilai mobil itu bisa lebih naik jika dijual pada sesama penggila modifikasi. (OL-02)
sumber : mediaoto/MI
Home > Modifikasi > Gaya Ekstrem Mio Soul

MI/Tutus
RUMAH modifikasi Custom World yang belakangan banyak menggarap skutik boleh dibilang cukup kondang di Jakarta. Terletak di bilangan Kelapa Gading, para penggila modifikasi roda dua bisa mendapatkan karya modifikasi yang selaras dengan gaya hidup anak muda.
Seiring dengan makin beraninya inspirasi para modifikator untuk berkreasi dan kian banyaknya aspirasi pemilik motor untuk meningkatkan tampilan dan performa, makin beragam dan canggihlah hasil sentuhan tangan-tangan seniman modifikasi saat ini.
Itu terlihat pada salah satu karya John Lipurnomo, 44, pada skutik Mio Soul 2008 yang beraliran extreme hot road. Garis desain bodywork tajam dan tegas, tapi tidak menghilangkan identitas asli dari Mio Soul.
Desain lampu memang masih menggunakan bentuk asli Mio Soul, meski panel instrumen diganti dengan digital. Sementara itu di sektor bodi, motor ini dipoles dengan tambahan buntut yang dibuat lancip. "Dari sisi belakang motor selain lancip juga memakai dua knalpot besar karena saya terinspirasi motor-motor balap Moto-GP," jelas John.
Sektor kaki-kaki motor dijejali berbagai parts yang terlihat wah. Sok depan menggunakan keluaran WP Suspension, begitu pula roda belakang di sisi dalam kanan kiri shock breaker up down merek Gazi Damper untuk menahan ban besar berukuran 14 inci.
Skutik hasil kreasi John yang digarap dalam waktu dua bulan ini sebelumnya telah mengikuti ajang Yamaha Cuzztomatic II 2008 Region IV, Bandung, Mei lalu. Dari lomba modifikasi tersebut, John berhasil mendapatkan juara ketiga untuk kategori modifikasi x-treme.
Dari bentuk desain modifikasi yang dilakukan John bisa terlihat bahwa modifikasi Tanah Air memiliki dinamikanya tersendiri sehingga justru bisa disebut sebagai pengusung ide-ide orisinal dan unik ketimbang sebagai pengekor tren di luar.
Namun meski modifikasi kini sudah merambah pada level keberanian dan kecanggihan artistik yang melebihi tahun-tahun sebelumnya, bukan perkara mudah untuk menjadikan motor lebih bergaya dengan aliran modifikasi yang dipilih, tanpa menghilangkan unsur keselamatan demi penampilan.
Beberapa aspek kenyamanan dan keamanan pengendaraan tentu harus dikedepankan dengan teknik yang penuh perhitungan. (S-5)
sumber : mediaoto/MI
MI/Tutus
RUMAH modifikasi Custom World yang belakangan banyak menggarap skutik boleh dibilang cukup kondang di Jakarta. Terletak di bilangan Kelapa Gading, para penggila modifikasi roda dua bisa mendapatkan karya modifikasi yang selaras dengan gaya hidup anak muda.
Seiring dengan makin beraninya inspirasi para modifikator untuk berkreasi dan kian banyaknya aspirasi pemilik motor untuk meningkatkan tampilan dan performa, makin beragam dan canggihlah hasil sentuhan tangan-tangan seniman modifikasi saat ini.
Itu terlihat pada salah satu karya John Lipurnomo, 44, pada skutik Mio Soul 2008 yang beraliran extreme hot road. Garis desain bodywork tajam dan tegas, tapi tidak menghilangkan identitas asli dari Mio Soul.
Desain lampu memang masih menggunakan bentuk asli Mio Soul, meski panel instrumen diganti dengan digital. Sementara itu di sektor bodi, motor ini dipoles dengan tambahan buntut yang dibuat lancip. "Dari sisi belakang motor selain lancip juga memakai dua knalpot besar karena saya terinspirasi motor-motor balap Moto-GP," jelas John.
Sektor kaki-kaki motor dijejali berbagai parts yang terlihat wah. Sok depan menggunakan keluaran WP Suspension, begitu pula roda belakang di sisi dalam kanan kiri shock breaker up down merek Gazi Damper untuk menahan ban besar berukuran 14 inci.
Skutik hasil kreasi John yang digarap dalam waktu dua bulan ini sebelumnya telah mengikuti ajang Yamaha Cuzztomatic II 2008 Region IV, Bandung, Mei lalu. Dari lomba modifikasi tersebut, John berhasil mendapatkan juara ketiga untuk kategori modifikasi x-treme.
Dari bentuk desain modifikasi yang dilakukan John bisa terlihat bahwa modifikasi Tanah Air memiliki dinamikanya tersendiri sehingga justru bisa disebut sebagai pengusung ide-ide orisinal dan unik ketimbang sebagai pengekor tren di luar.
Namun meski modifikasi kini sudah merambah pada level keberanian dan kecanggihan artistik yang melebihi tahun-tahun sebelumnya, bukan perkara mudah untuk menjadikan motor lebih bergaya dengan aliran modifikasi yang dipilih, tanpa menghilangkan unsur keselamatan demi penampilan.
Beberapa aspek kenyamanan dan keamanan pengendaraan tentu harus dikedepankan dengan teknik yang penuh perhitungan. (S-5)
sumber : mediaoto/MI